PULANG PISAU, inikalteng.com – Keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat diminta tidak menjadi alasan bagi pemerintah desa dan kecamatan untuk berhenti berinovasi. Pesan tersebut ditegaskan Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, H. Ahmad Rifa’i, saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Banama Tingang, Selasa (27/1/2026).
Ahmad Rifa’i menekankan bahwa pemerintah daerah wajib tetap hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekalipun ruang fiskal semakin sempit. Menurutnya, seluruh kebijakan pusat harus disikapi secara positif dan dijalankan bersama demi keberlanjutan pembangunan. “Kita tidak boleh mengeluh. Kebijakan efisiensi ini harus kita terima dan dukung, termasuk pelaksanaan program Asta Cita untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Kecamatan Banama Tingang mengajukan sebanyak 221 usulan pembangunan untuk rencana tahun 2027. Namun, seluruh usulan tersebut akan melalui proses penyaringan agar program yang dipilih benar-benar menjadi kebutuhan mendasar masyarakat dan memberikan dampak nyata.
Ia juga secara terbuka memaparkan kondisi keuangan daerah yang mengalami penyesuaian signifikan. “Dampak efisiensi ini sangat terasa. Contohnya anggaran Dinas PUPR yang sebelumnya sekitar Rp200 miliar, kini hanya mampu dialokasikan kurang lebih Rp30 miliar. Begitu juga dengan Alokasi Dana Desa yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Ahmad Rifa’i.
Selain isu anggaran, Ahmad Rifa’i mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan hidup di Banama Tingang. Ia menyoroti masih adanya aktivitas penambangan ilegal yang berpotensi merusak alam. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan masa depan generasi berikutnya.
Sementara itu, Camat Banama Tingang, Yanoadi Setiawan, menjelaskan bahwa 221 usulan yang masuk merupakan hasil Musrenbang tingkat desa yang telah dilaksanakan sejak Desember lalu. “Seluruh usulan sudah dibahas bersama pemerintah desa dan BPD, sehingga yang diusulkan memang menjadi prioritas dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Yanoadi menambahkan, pihak kecamatan terus mendorong 15 desa di Banama Tingang agar mampu mandiri di tengah keterbatasan anggaran. “Kami juga mendukung program pusat seperti cetak sawah 500 hektare, pembentukan Koperasi Merah Putih, serta kesiapan lokasi untuk program Makan Bergizi Gratis. Harapannya, dengan sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten, ekonomi masyarakat bisa terus tumbuh,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika










