PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) memastikan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah ini masih tetap terjaga meskipun perekonomian global menunjukkan dinamika yang semakin kompleks. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan terpercaya sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Primandanu, didampingi Deputi Kepala OJK Kalteng Andrianto Suhada, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Erwan Suryono, dan Manajer Senior Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Moh. Fahmi Arrafi dalam kegiatan media update perkembangan jasa keuangan di Kalteng bertajuk Batang Garing di Palangka Raya, Rabu (10/12/2025).
Menurut Primandanu, inklusi keuangan yang merata menjadi salah satu pilar dalam memperluas akses keuangan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Namun, perkembangan digitalisasi yang begitu cepat juga membawa tantangan baru, khususnya maraknya kasus penipuan keuangan ilegal dan berbagai modus scam yang dapat merugikan masyarakat serta menghambat terciptanya iklim keuangan yang kondusif.
“OJK Kalteng senantiasa memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya melalui Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) Provinsi Kalimantan Tengah. Kami berkomitmen melakukan langkah pencegahan melalui edukasi, sekaligus penanganan terhadap praktik keuangan ilegal,” ujar Primandanu.
Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, serta memperkuat peran sektor keuangan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.
Berdasarkan laporan terbaru, kinerja perbankan di Kalimantan Tengah mencatatkan tren positif pada tahun berjalan.
-
Aset Bank Umum tumbuh 15,67 persen (yoy) atau naik sebesar Rp13,31 triliun, dari Rp84,94 triliun menjadi Rp98,25 triliun.
-
Dana Pihak Ketiga (DPK) turut meningkat 11,96 persen (yoy) atau senilai Rp5,66 triliun, dari Rp47,29 triliun menjadi Rp52,95 triliun.
-
Kredit/Pembiayaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,21 persen (yoy) atau Rp3,57 triliun, dari Rp49,50 triliun menjadi Rp53,07 triliun.
Meski demikian, tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat mengalami kenaikan dari 1,62 persen menjadi 2,22 persen. Kendati meningkat, OJK memastikan angka tersebut masih berada pada level aman.
“Namun demikian, tingkat NPL masih terjaga di bawah batas 5 persen. Secara keseluruhan, stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Kalimantan Tengah tetap solid di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global,” terang Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono.
Dengan kondisi sektor keuangan yang stabil, OJK Kalteng optimistis bahwa Provinsi Kalimantan Tengah dapat terus memperkuat ketahanan ekonominya sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan di daerah.
Penulis/editor : Adinata










