SAMPIT, inikalteng.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkoba, terutama di tingkat desa yang menjadi wilayah paling rentan. Kepala desa diminta benar-benar hadir sebagai garda terdepan dalam pencegahan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim, Rihel, mengatakan komitmen ini bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dari seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga perangkat desa.
“Pemkab Kotim terus berkomitmen. Kades harus jadi pioner. Tapi kalau kadesnya sendiri yang memakai, ini jadi masalah. Bagaimana mau jadi panutan” tegas Rihel, Selasa (2/12/2025).
Rihel mengungkapkan, salah satu kendala di desa adalah kultur masyarakat yang saling mengenal. Tak jarang pelaku pengguna narkoba adalah keluarga dekat perangkat desa.
“Kadang pemakainya anak sendiri, paman, atau keluarga dekat. Jadi sungkan melapor. Padahal kalau lapor ke BNNK, bisa ditangani dan direhab,” ujarnya.
Sebagian warga juga mengaku takut melapor karena khawatir mendapat ancaman atau kekerasan.
Menurut Rihel, pola peredaran narkoba di Kotim kini makin tertutup. Pelaku tidak mudah melayani orang asing karena takut terjebak operasi intel.
“Kalau tidak dikenal, mereka tidak mau buka barang. Mereka curiga kalau itu intel. Jadi memang sulit ditembus,” jelasnya.
Beberapa titik seperti belakang Golden di Mentawa Baru Ketapang maupun kawasan Pasar Keramat Baamang disebut masih masuk kategori rawan.
Pemkab Kotim mendorong upaya terpadu yang dimulai dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kemudian diperluas ke wilayah lain termasuk utara dapil 5.
“Kita harus bergerak bersama. Pemkab dari sisi kebijakan, tokoh agama dan masyarakat dari sisi pembinaan, sementara Polri dan BNNK dari sisi penindakan,”tandasnya.
Penulis : Ardi
EDitor : Ika










