Palangka Raya, Inikalteng.com – Xiaomi mulai keluar dari bayang-bayang Apple dan kini fokus membangun ekosistem kecerdasan buatan atau AI yang terhubung dari HP, rumah pintar, hingga mobil listrik. Perusahaan asal China itu bahkan siap menggelontorkan lebih dari 60 miliar yuan atau sekitar Rp157 triliun dalam tiga tahun ke depan demi memperkuat teknologi AI mereka.
Langkah agresif ini menunjukkan perubahan besar strategi Xiaomi. Jika sebelumnya perusahaan sering dibandingkan dengan Apple sebagai produsen smartphone, kini Xiaomi mulai serius menantang industri teknologi global lewat pengembangan AI, mobil listrik, dan chip buatan sendiri.
Fokus utama Xiaomi saat ini adalah mengembangkan AI open-source agar seluruh perangkat mereka bisa saling terhubung dan bekerja lebih cerdas. Teknologi tersebut nantinya akan diterapkan mulai dari smartphone, alat rumah pintar, hingga kendaraan listrik.
Hasilnya mulai terlihat. Model AI terbaru Xiaomi bernama MiMo-V2.5-Pro yang dirilis bulan lalu berhasil masuk peringkat teratas dunia untuk kemampuan agentic versi Artificial Analysis. Teknologi agentic memungkinkan AI menjalankan berbagai tugas secara mandiri tanpa terlalu banyak campur tangan manusia.
Pencapaian tersebut cukup mengejutkan karena Xiaomi sebenarnya baru sekitar satu tahun serius mengembangkan AI open-source. Kini, perusahaan itu mulai disejajarkan dengan raksasa AI asal China seperti DeepSeek dan Moonshot AI.
Analis Canalys, Hayden Hou, menilai AI kini menjadi fokus utama perusahaan teknologi dunia. Menurutnya, Xiaomi memang bukan perusahaan AI murni, tetapi mereka sedang membangun fondasi teknologi agar AI dapat terintegrasi langsung ke seluruh perangkat dalam ekosistem mereka.
Strategi itu sejalan dengan visi CEO Xiaomi, Lei Jun, melalui konsep “Human × Car × Home”. Konsep tersebut membuat seluruh perangkat Xiaomi nantinya dapat terhubung dalam satu sistem terpadu, mulai dari smartphone, perangkat rumah pintar, hingga mobil listrik.
Transformasi Xiaomi juga terlihat dari bisnis kendaraan listrik mereka. Pada awal 2024, Xiaomi resmi meluncurkan mobil listrik pertama mereka, Xiaomi SU7, dengan desain premium dan fitur yang terhubung langsung ke ekosistem Xiaomi.
Salah satu fitur unggulannya adalah navigasi yang dapat tersambung dengan perangkat wearable seperti kacamata pintar. Bisnis kendaraan listrik Xiaomi pun mulai menunjukkan hasil positif setelah berhasil mengirim lebih dari 410 ribu kendaraan tahun lalu, termasuk SUV Xiaomi YU7.
Selain AI dan mobil listrik, Xiaomi juga mulai mengembangkan chip buatannya sendiri. Chip terbaru mereka bernama XRing O1 kini digunakan pada perangkat premium seperti Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Xiaomi mengklaim chip tersebut memiliki performa tinggi dan mampu bersaing dengan chip milik Apple.
Meski penuh potensi, langkah besar Xiaomi juga memiliki risiko tinggi karena biaya pengembangannya sangat besar. Dalam lima tahun ke depan, Xiaomi berencana menghabiskan sekitar 200 miliar yuan untuk riset dan pengembangan teknologi.
Banyak analis menilai langkah agresif Xiaomi ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi mereka di industri teknologi global sekaligus keluar dari citra sebagai sekadar “penantang Apple”.










