oleh

Warga Ramai-ramai Mengabadikan Gerhana Matahari

SAMPIT – Gerhana Matahari Cincin (GMC) terlihat pada Kamis (26/12/2019) siang, mulai sekitar pukul 10.59 WIB. Puncak GMC pada 12.56 WIB dan kontak akhir pukul 14.56 WIB.

Pantauan inikalteng.com di Sampit dan Palangka Raya, banyak masyarakat yang hilir mudik di jalanan dan tempat-tempat terbuka lainnya untuk melihat kejadian langka tersebut. Tak sedikit pula yang langsung mengabadikan momen GMC tersebut menggunakan kamera telepon selular (Hp).

Tiga anak di Jalan Murjani Palangka Raya melihat fenomena GMC menggunakan media plastik tebal warna hitam, Kamis (26/12/2019).

Jony, warga disampit, ketika dibincangi mengaku dirinya sengaja mengambil dokumentasi atas momen GMC tersebut hanya untuk diposting di jaringan sosial facebooknya. “Saya hanya ikut-ikut seperti orang lain juga ambil foto gerhana ini, lalu posting di facebook saya. Memang tidak ada yang spesial atas fenomena alam seperti ini, makanya saya hanya iseng saja mengabadikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Kalteng Diajak Kawal Pilkada Secara Damai

Warga lainnya, Tomy menjelaskan, dirinya ikut melihat GMC dengan cara menggunakan media ember atau baskom yang diisi air. Kemudian mengabadikan dengan kamera Hp. Alasannya, karena menurut orang-orang tua zaman dulu, jika gerhana dilihat langsung menggunakan mata telanjang, dikhawatirkan bisa merusak pandangan mata.

“Kata nenek saya, tidak boleh melihat langsung, bisa rusak mata. Makanya saya pakai ember yang diisi air ini,” tutur Tomy.

Baca Juga :  Masyarakat Barut Diimbau Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Sementara di Palangka Raya, juga banyak warga yang ingin melihat GMC dengan berbagai cara. Tidak hanya orang dewasa, tapi juga kalangan anak-anak. Ada yang menggunakan kaca helm warga gelap, menggunakan kaca riben maupun plastik tebal berlapis warna gelap.

Begini bentuk GMC yang terpantau dari Kota Palangka Raya, Kamis (26/12/2019).

Namun ada juga yang langsung melihat dengan mata telanjang. Alasannya, karena GMC ini kurang jelas terlihat, sehingga membuat pemasaran.

Baca Juga :  Tim Penilai Pusat Verifikasi PBB Muara Teweh

“Kurang jelas bentuknya seperti apa. Kadang terlihat seperti bulan sabit, itupun hanya bisa terlihat sebentar, karena silau sekali,” kata Arman, yang ditemui di Jalan Murjani Palangka Raya, Kamis siang.

Peristiwa GMC ini terjadi di tengah-tengah terik sinar matahari. Ketika sinarnya agak redup, sekilas terlihat sekali bentuknya seperti bulan sabit tapi berwarna putih terang. Kejadian ini berlangsung selama beberapa jam, yang diperkirakan berakhir sekitar pukul 14.20 WIB.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA