oleh

Warga Parenggean Keluhkan Aktivitas Angkutan Batubara

SAMPIT, inikalteng.com – Warga Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan maraknya lalu lalang angkutan tambang batubara yang terjadi sejak sebulan terahir ini. Lalu lalang truk batubara itu selain mengakibatkan debu bertebaran di jalan dan sekitarnya, dan juga mengancam keselamatan pengguna kendaraan lainnya, karena angkutan besar itu tidak dipasangi rambu-rambu apapun.

“Sudah sebulan ini tambang batubara di Parenggean berproduksi,” ujar Khairil, mantan Kepala Desa Manjalin, Kecamatan Parenggean, Rabu (24/3/2021).

Seiring produksi tersebut, hampir sebulan ini aktivitas angkutan terjadi dari pagi hingga malam hari dan sangat padat. Mirisnya, kecepatan truk yang lalu lalang itu rata-rata di atas standar. Sehingga pengguna jalan lainnya sangat terganggu. “Jalan itu sudah dialihkan jadi jalan umum, dan truk tambang itu juga melintasi jalan negara. Mestinya mereka tahu diri. Selain mengancam keselamatan, jalan sekitarnya juga berdebu,” tutur Khairil.

Baca Juga :  Paslon Bupati dan Wakil Bupati "Kotim Bercahaya" Jalani Tes Swab

Sementara itu di tempat terpisah, Camat Parenggean Siyono membenarkan adanya aktivitas penambangan di Desa Menjalin, Kecamatan Parenggean, yang dilakukan oleh PT Wahyu Multi Garuda Kencana (WMGK). Tetapi, kegiatan tersebut hanya berupa reklamasi dan membersihkan sisa-sisa penambangan beberapa tahun sebelumnya yang tidak beroperasi.

Baca Juga :  Sekolah Jangan Bebani Siswa Beli Buku

“Ya, baru tahun 2021 ini mereka melakukan aktivitas, setelah lama tidak beroperasi. Dan aktivitas mereka hanya melakukan reklamasi atau menutup lobang yang dulu pernah digali, dan membersihkan sisa-sisa aktivitas yang lama,” sebut Siyono saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya.

Menyinggung keluhan warga terkait jalan yang dilewati oleh truk pengangkut batubara tersebut, menurut Siyono, jalan itu merupakan jalan milik perusahaan sendiri. Justru warga yang menumpang menggunakan jalan perusahaan itu, terbantu karena tidak jauh untuk sampai ke desa tersebut.

Baca Juga :  PT Pama Bersama Kodim 1013 Muara Teweh Lakukan Kegiatan Donor Darah

“Kalau mereka lewat jalan negara sangat jauh dan harus memutar. Dengan adanya jalan perusahaan tersebut, mereka sangat terbantu dan dekat menuju desa tersebut. Pihak perusahaan hanya melintasi jalan negara sekitar 12 meter saja,” tuturnya. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA