oleh

UMP Jajaki Pembukaan Prodi Bisnis Digital

PALANGKA RAYA – Menjawab tantangan di era 4.0, perguruan tinggi di Kalimantan Tengah mau tak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Tak terkecuali Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), kini terus berupaya mengembangkan diri.

Menurut Rektor UMP Dr Sonedy, pihaknya saat ini memang tengah menjajaki pembentukan program studi (prodi) baru yakni Prodi Bisnis Digital. Dan hal ini dinilai selaras dengan program baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mencanangkan konsep Kampus Merdeka.

“Artinya, pihak perguruan tinggi diberikan kewenangan secara otomatis untuk mendirikan program studi yang sesuai dengan keinginan masyarakat,” kata Sonedy yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020).

Misalnya, harus ada kerja sama dengan perguruan tinggi top dunia. Kemudian, harus ada kerja sama dengan perusahaan multinasional, atau bekerja sama dengan start up seperti Gojek, Bukalapak maupun Tokopedia.

Baca Juga :  Sabu Kembali Beredar di Lapas Sampit

Untuk prodi baru tersebut, kata Sonedy, pihaknya juga sudah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), baik pengajar yang ahli di bidangnya maupun dari sisi peralatannya. Karena prodi bisnis digital erat kaitannya dengan wira usaha berbasis digital atau online.

“Kalau kita mampu menjalin kerja sama dengan startup, maka akan mampu memberikan peluang bagi kita untuk apa mendirikan program studi baru itu. Saya pikir itu bagus, rumusan-rumusannya terus kita jajaki,” tambahnya.

Dikatakam, Prodi Bisnis Digital, saat ini di Indonesia masih belum banyak. Sehingga, ketika mahasiswanya nanti lulus, langsung bisa menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga :  Satu Orang Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Dengan adanya prodi ini nantinya, Sonedy berharap bisa merubah mindset mahasiswanya untuk tidak berpikir hanya menjadi pekerja. Tetapi bisa membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain, walaupun perspektifnya mulai dari kecil dulu.

“Walaupun tidak baru tetapi akan menjanjikan di kemudian hari. Paling tidak, sudah kita lihat saja bisnis seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan lainnya,” katanya.

Untuk Prodi ini, jelas Sonedy, UMP sebenarnya sudah mulai disusun. Tetapi karena ada aturan baru, maka pihaknya masih menunggu turunan dari aturan itu yang sekarang masih difinalisasikan untuk menterjemahkan Permendikbud tersebut.

Baca Juga :  Kalah Main Judi, Warga Desa Baruyan Nekat Gadai Mobil Sewaan

Ditambahkan, selain rencana pembentukan prodi baru tersebut, pihaknya juga terus meningkatkan program studi yang sudah ada, seperti jurusan S1 Farmasi.

“Untuk jurusan Administrasi Negara, sudah mendapat akreditasi A. Ini menunjukkan bahwa UMP mampu bersaing di Kalimantan serta telah mendapat apresiasi dari Dirjen Dikti,” jelasnya.

Di UMP saat ini, lanjut Sonedy, ada jurusan Pertanian dan Kehutanan dengan dua prodi. Kemudian, Teknik Sipil dengan tiga prodi S1, Ilmu Komputer yang kini berubah nama menjadi Fakultas Teknik dan Informatika. Sedangkan untuk Pascasarjana, ada prodi Magister Administrasi Publik.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA