TPID Kalteng Terus Lakukan Upaya Pengendalian Inflasi

SAMPIT, inikalteng.com – Upaya pengendalian inflasi, terus dilakukan jajaran Pemprov Kalteng melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni dengan menggelar kegiatan Pasar Penyeimbang, di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (20/11/2022).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Riza Rahmadi mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, di sela kegiatan, menuturkan, dalam Pasar Penyeimbang tersedia paket kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng curah, gula, kental manis, dan lain-lain sebanyak 1500 paket senilai Rp150 ribu. Namun Pemprov Kalteng memberikan subsidi sebesar Rp100 ribu, sehingga masyarakat hanya cukup menebus dengan harga Rp50 ribu per paketnya.

“Pasar Penyeimbang ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” tegasnya mengakhiri.

Pada kesempatan tersebut, Riza Rahmadi menyerahkan secara simbolis bantuan bahan pokok subsidi kepada masyarakat setempat. Bahkan di hari yang sama, juga digelar Pasar Penyeimbang di Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, penyerahan bantuan bahan pokok subsidi sebanyak 1500 paket dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bidang PDN Misna.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, mengungkapkan, Pasar Penyeimbang digelar sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yaitu Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID memperkuat sinergi di pusat dan daerah, dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

“Penyelenggaraan Pasar Penyeimbang merupakan upaya jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat, yang terdampak karena kenaikan BBM dan inflasi. Selain itu, Pemprov Kalteng juga melakukan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (GERTAM BABE) BERKAH untuk jangka menengah dan jangka panjang, yang akan dimulai pada lokasi Jalan Tjilik Riwut km 38, Palangka Raya, dengan luas lahan sekitar 30 hektare,” tutup H Sugianto Sabran. (ka/red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *