oleh

Tonase Kendaraan yang Melintas di Jalan Gajah Mada Kecamatan Laung Tuhup Dibatasi

PURUK CAHU, inikalteng – Kerusakan sejumlah titik di ruas Jalan Gajah Mada arah ke Kelurahan Muara Laung dan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura) disinyalir disebabkan oleh angkutan yang melebihi tonase jalan.

Kondisi demikian membuat Bupati Mura Perdie M Yoseph prihatin dan langsung melakukan peninjauan akses jalan tersebut.

Baca Juga :  Legislator Dorong Pemkab Kotim Tetapkan Hutan Adat

Dalam peninjauan ini, Bupati Mura didampingi jajaran stakeholder terkait, sekaligus melakukan pertemuan terbatas dengan unsur kecamatan dan kelurahan setempat.

Dalam pertemuan itu, Bupati Mura menyampaikan, pihaknya akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tim Terpadu untuk memantau dan menangani angkutan barang yang melewati Jalan Gajah Mada tersebut.

Baca Juga :  Harus Ada Operasi Penegakan Prokes

“Karena biaya pemeliharaan tinggi dan anggaran yang sangat terbatas, sehingga harus dilakukan antisipasi sesegera mungkin. Sebelum menindak, terlebih dahulu harus dilakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Perdie mengatakan, pihaknya segera mengambil langkah antisipasi agar kerusakan jalan tidak bertambah parah. Antisipasi dimaksud adalah dengan membatasi tonase angkutan yang melintasi Jalan Gajah Mada, maksimal 5 ton. Untuk pengawasannya, akan dibuat posko di pintu masuk yang siaga mengawasi setiap kendaraan yang lewat.

Baca Juga :  Empat Sentra Produksi Pertanian Barut Alami Peningkatan Produktivitas

Perdie menambahkan, aturan pembatasan akan berlaku efektif per tanggal 1 Mei mendatang, dan tidak akan diberikan toleransi bagi pelanggar. (dy/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA