oleh

Tim Gabungan Temukan Makanan dan Minuman Kedaluarsa

PULANG PISAU, inikalteng.com – Tim Gabungan di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), menemukan puluhan makanan dan minuman yang telah kedaluarsa diperdagangkan, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko dan mini market pada Rabu 28 April 2021.

Tim Gabungan tersebut, terdiri dari Polres Pulang Pisau (Pulpis), Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM), Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan, serta Sekretariat Daerah Pulpis, Bagian Ekonomi.

Kepala Disperindagkop dan UKM Pulpis Elieser Jaya melalui Kepala Bidang Perdagangan Rianti Miasi, Kamis (29/4/2021), mengatakan, sidak yang dilakukan Tim Gabungan ke sejumlah toko dan mini market itu, dalam rangka penertiban makanan dan minuman kedaluarsa di Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baca Juga :  Babinsa 1015-15/Telaga Pulang Bantu Warga Kurang Mampu

Dijelaskan, adapun makanan dan minuman yang ditemukan saat sidak terdiri dari susu saset, susu kaleng, susu cair, makanan ringan, minuman kaleng, minyak goreng, tepung (berbagai kemasan), kopi bubuk, ikan kalengan, sabun mandi, popok bayi, mie instan, sambal kalengan, minuman kotakan, dan obat-obatan kedaluarsa. Tujuannya, untuk melindungi masyarakat dari makanan tidak sehat dan rusak atau ilegal.

Baca Juga :  Ratusan Naker Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Terima Balasa

Rianti menambahkan, dalam sidak itu petugas juga menemukan banyak makanan yang sudah kedaluarsa tetap dijual ke konsumen, dan bahkan petugas menemukan makanan ringan dalam kondisi kedaluarsa sejak 2019 lalu. Adapun tindakan yang diambil terhadap makanan dan minuman kedaluarsa tersebut, yakni langsung disita dan selanjutnya akan dimusnahkan.

“Kepada masyarakat dan konsumen, tetaplah waspada terhadap makanan dan minuman saat berbelanja kebutuhan lebaran. Kami meminta masyarakat dan konsumen teliti sebelum membeli makanan dan minuman, lihat label dan tanggal kedaluarsa sesuai standar SNI dan K3L. Hak konsumen kebutuhan, bukan keinginan,” imbaunya.

Baca Juga :  Kejari Bartim Musnahkan 37 BB Perkara Pidum

Sementara itu, Kepala Dinkes Pulpis Mulyanto Budihardjo melalui Kasi Kefarmasian dan Alkes Lambang Suncoko, menuturkan, pemilik toko yang sudah diperingatkan tetapi masih kedapatan menjual barang kedaluarsa atau tanpa izin edar, akan dikenakan sanksi tegas oleh BPOM dan Disperindag.

“Kita dari Dinas Kesehatan hanya pembinaan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat sebagai konsumen, tetapi kegiatan pro hukum oleh BPOM dan Disperindag,” tutup Mulyanto Budihardjo. (ndi/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA