oleh

Sumber Energi Harus Terus Ada

PALANGKA RAYA – Industri hulu adalah bagian untuk mencari sumber-sumber energi sebagai bahan baku untuk bahan bakar. Kegiatan-kegiatan industri bisa bergerak kalau ada energi bahan bakar yang cukup, tidak hanya tergantung kepada minyak saja, tapi juga gas. Industri hulu ini berperan sebagai penunjang industri hilir.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi dalam sambutannya ketika membuka Kuliah Umum Mengenal Industri Hulu Migas dan Kontribusi Bagi Energi Nasional, di Aula Pascasarjana UPR, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga :  Identitas Keagamaan dan Spirit Bernegara Tak Bisa Dipisahkan

“Sumber bahan energi ini harus terus ada untuk menghidupkan kegiatan industri. Kalau sumber energinya tidak ada, maka industri tidak akan bisa bergerak,” kata Rektor UPR dalam acara yang dihadiri Wakil Direktur Pascasarjana UPR Dr Indrawan, sejumlah Dosen dan ratusan mahasiswa UPR.

Ditegaskan, energi berperan penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Tanpa adanya energi, maka tidak akan ada produksi. Karena minyak terbatas untuk kehidupan manusia, tidak hanya untuk sekarang tapi juga dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Industri harus terus berlanjut. Sehingga generasi ke depannya dapat merasakan hasil dari produksi industri hulu dan dapat memenuhi konsumsi di masa yang akan datang. Begitu juga pembangunan harus terus berkesinambungan dengan dukungan penuh dari industri hulu.

Baca Juga :  Bupati Bartim Terima Penghargaan Peduli HAM

Sementara itu, Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Darma Setiawan menegaskan, energi sangat penting bagi kehidupan manusia di manapun berada. Karena energi selain digunakan dalam kehidupan manusia, juga untuk keberlangsungan industri dan lain sebagainya.

“Energi juga menggerakkan industri, misalnya untuk menghasilkan sumber bahan baku plastik, berbagai macam produk-produk dan turunannya. Di Kalimantan Tengah, SKK Migas beroperasi Bangkanai, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara,” ungkap Darma Setiawan.

Baca Juga :  Katingan Masih Kekurangan ASN

Dia berharap, kuliah umum ini dapat memberikan informasi seputar Industri Hulu Migas dan berbagai aktivitasnya. Karena tidak menutup kemungkinan, ke depannya ada mahasiswa UPR yang akan berperan penting dalam pengelolaan Industri Hulu SKK Migas di Kalteng ini. Karena di SKK Migas, bukan hanya memerlukan orang-orang teknis perminyakan saja, tapi juga perlu ahli ekonomi, ahli hukum, dan lain sebagainya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA