oleh

Sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Dibuka

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Sekretariat Jenderal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Setjen KLHK) bekerjasama dengan Pemprov Kalteng, menggelar Sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Pertemuan itu, berlangsung secara hybrid, terpusat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (3/8/2022).

Kegiatan sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Sekda Kalteng H Nuryakin mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, ditandai dengan penabuhan Katambung secara bersama oleh Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, KLHK, Herban Heryandana bersama Sekda Kalteng H Nuryakin, dan Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng Sri Suwanto.

H Nuryakin saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, menyampaikan, dalam skenario penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), sebagaimana dinyatakan dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, bahwa sektor FOLU atau sektor kehutanan dan penggunaan lainnya diproyeksikan akan berkontribusi hampir 60 persen dari total penurunan emisi GRK dibanding sektor lainnya, yaitu energi, pertanian, Industrial Process and Production Use (IPPU), dan sektor limbah.

“Atas kontribusi signifikan itu, maka upaya penanganan dan pengendalian emisi GRK di sektor FOLU menjadi hal sangat penting bagi Indonesia, dan tentunya bagi upaya pengendalian perubahan iklim global,” ucapnya.

Baca Juga :  Polres Katingan Raih Penghargaan IKPA Terbaik Pertama dari KPPN

Nuryakin, menambahkan, dalam rangka turut serta mendukung progam pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi GRK, Kalteng telah berupaya dalam pengurangan emisi GRK. Sebagaimana diketahui, pada tataran kebijakan daerah, RPJMD Kalteng 2021-2026 dengan visi Kalteng Makin Berkah telah menetapkan Misi kesatu, yakni Mempercepat Pembangunan Ekonomi yang Produktif, Keratif, dan Berwawasan Lingkungan, yang menekankan bahwa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetap berwawasan lingkungan, agar terjaga keberlangsungan pembangunan dalam jangka panjang.

Sedangkan upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, antara lain melalui rehabilitasi hutan dan lahan sesuai kewenangan, pengelolaan, dan perlindungan lahan terganggu. Termasuk lahan gambut rawan terbakar pada musim kemarau, penanganan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) konsisten terus dilakukan melalui pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pasca Karhutla, telah berkontribusi dalam pengurangan polusi karbon dalam pemanasan global.

Di samping itu, Kalteng telah memiliki Rencana Aksi Daerah Pengurangan Emisi GRK, dengan kegiatan salah satunya inventarisasi GRK untuk memeroleh data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi dan penyerapannya. Sebab keberhasilan perlindungan dan pengelolaan hutan, tidak akan tercapai tanpa keterlibatan dan peran serta masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Palangka Raya Minta Camat Tingkat Pelayanan

”Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menetapkan sasaran strategis provinsi pada Misi 1 RPJMD 2021-2026, yaitu meingkatkan luas kawasan hutan yang dikelola masyarakat melalui perhutanan sosial. Hal ini ditetapkan sebagai prioritas daerah, untuk mendukung prioritas nasional dalam rangka memperluas akses kelola hutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, KLHK, Herban Heryandana, dalam laporannya menyampaikan, Menteri LHK telah menetapkan Keputusan Menteri Nomor: SK.168/MENLHK/PKTL/PLA.1/ 2/2022 tentang Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 untuk Pengendalian Perubahan Iklim.

Sosialisasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Sub Nasional dimaksudkan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana untuk implementasi rencana aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi GRK yang telah ditetapkan secara nasional (Nationally Determined Contribution/ NDC) sampai dengan 2030, melalui pendekatan carbon net sink dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada 2030, dengan memerhatikan berbagai instrumen bidang LHK.

Baca Juga :  Pemkab Kapuas Bangun Jalan Tembus Mantangai-Timpah

Dikatakan, rangkaian acara sosialisasi Sub Nasional terdiri dari Arahan Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, sekaligus Kick-Off Sosialiasi Indonesia’s FOLU Net Sink  2030 seluruh kabupaten dan kota, dalam rangka penajaman substansi dalam rencana operasionalisasi di tingkat tapak yang akan disampaikan Plt Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan selaku Ketua Harian I Ruandha Agung Sugardirman secara virtual.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan rencana kerja bidang FOLU Net Sink 2030 sebanyak lima bidang yang disampaikan masing-masing bidang, yaitu Bidang I Pengelolaan Hutan Lestari oleh Drasospolino secara virtual, bidang II Peningkatan Cadangan Karbon oleh Dasrul, bidang III Konservasi oleh Yeri Permatasari, bidang IV Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Noviar, serta bidang V Instrumen dan Informasi oleh Syaiful Anwar. (ka/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA