oleh

Siswa TK President School Antusias ikuti Kegiatan Membuat Makanan Ciri Khas Kearifan Lokal

PURUK CAHU, inikalteng.com – Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) President School, komplek Christian Center, Kota Puruk Cahu melaksanakan kegiatan Best Project “Membuat Makanan Dengan Ciri Khas Kearifan Lokal Yang Ada di Nusantara”, pada Jumat (22/4/2022).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah TK President School Rotua Beata Pardede, dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mura Nuryeni, siswa-siswi TK President School, orang tua, pendidik dan guru TK President School.

Perwakilan Disdikbud Kabupaten Mura Nuryeni mengatakan, Disdikbud Kabupaten Mura memberikan apresiasi dan motivasi kepada para pendidik TK President School dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Master Plant Smart City Puruk Cahu Dimatangkan

“Kegiatan ini menjalin kerja sama yang baik antara pihak Satuan PAUD dengan orang tua, melatih anak usia dini menggunakan fisik motorik dengan baik serta belajar mencintai hasil karya sendiri,” tutur Nuryeni.

Sedangkan Kepala Sekolah TK President School Rotua Beata Pardede dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bernama Best Projeck TK President School membuat makanan dengan ciri khas kearifan lokal yang ada di Nusantara.

“Kita bersama anak-anak TK dan orang tua, melakukan praktek memasak, dengan maksud mengajar anak-anak membuat makanan. Hubungan yang dekat dengan anak adalah impian tiap orang tua. Salah satu aktivitas yang bisa kita coba adalah mengajarkan si kecil belajar masak,” kata Rotua.

Baca Juga :  Sejumlah Warga Terjaring Operasi Yustisi di Muara Laung

Rotua juga menyampaikan, meskipun terlihat sederhana namun kegiatan ini tenyata memiliki segudang manfaat. Salah satunya melatih konsentrasi anak.

“Kegiatan memasak bersama anak idealnya dimulai ketika anak mulai belajar di taman kanak-kanak. Di usia seperti ini mereka sedang gemar mengekplorasi hal-hal baru,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satgas Penanganan Covid-19 Mura Gelar Rakor Lintas Lembaga. Ini Tujuannya

Ia juga menuturkan, pelaksanaan project mandiri oleh sekolah sendiri pada saat ini project berkaloborasi dengan orang tua. Salah satu acuan penting dalam program sekolah penggerak ini adalah mewujudkan kaloborasi peran para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, swasta, orang tua, pendidik dan guru serta siswa-siswi.

“Kaloborasi dimaksudkan artinya implementasikan melalui program best project ini. Dalam best project menunjukan beberapa karya nyata anak didik dengan melakukan praktek memasak yang kita lakukan saat ini,” ucap Rotua. (dy/red4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA