oleh

Sidang Dugaan Korupsi PDAM Kapuas Berlanjut

Persidangan Pengadilan Tipikor Palangka Raya Hadirkan Sejumlah Saksi

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Sidang dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kapuas, yang melibatkan Direktur Utama PDAM Kapuas Widodo sebagai terdakwa, terus berlanjut.

Kali ini, persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Alfon, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya, Kamis (4/3/2021), dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi.

Sidang ini menghadirkan sejumlah saksi yakni Kasi Pembukuan dan Keuangan PDAM Kapuas Nunik, mantan Kabag Hukum Setda Kapuas Kriston, Syahfiri, mantan Kepala BPKAD Syahfiri, dan mantan Kepala Bagian Kepengawaian Sumadi.

Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Kalteng Rahmad, mengatakan, ada dugaan aliran dana. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan, setelah mendengar cerita dari terdakwa, tetapi masih belum bisa dibuktikan.

Baca Juga :  PBS Wajib Melaksanakan Pola Kemitraan

Pasalnya, berdasarkan keterangan dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan, mengaku tidak mengetahui dan melihat secara langsung terkait dugaan aliran dana dimaksud. Untuk itu, akan dilihat dalam fakta persidangan.

Di sisi lain, sambung Rahmad, dalam fakta persidangan memang benar bahwa PDAM Kapuas menerima dana pernyertaan modal sebesar Rp3 miliar setiap tahunnya. Akan tetapi khusus 2017, ada dana Rp3 miliar ditambah Rp1,569 miliar. Hal itulah yang menjadi dasar, adanya dugaan tindak pidana korupsi.

”Ini saya nilai terlalu dini untuk menyimpulkannya, proses persidangan masih panjang. Karena masih ada 25 saksi lagi yang nantinya akan dihadirkan dalam persidangan, termasuk jika ada dugaan aliran dana, dan mungkin nanti Hakim akan memerintahkan mendalaminya,” terangnya.

Baca Juga :  Listrik SOPD Disegel, Bupati Kotim Sayangkan PLN Tidak Ada Koordinasi

Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak untuk mengawal perkembangan kasus tersebut dalam persidangan. Jika nantinya kasus tersebut ada mengarah ke aliran dana, maka pihaknya akan menindaklanjuti sesuai aturan.

Terpisah, Marison selaku Kuasa Hukum Widodo, menyebutkan, perkara tersebut masih panjang, termasuk terkait aliran dana ke pimpinan daerah. Sebab, ada saksi yang menyatakan melalui pengakuan terdakwa, bahwa dana ratusan juta teraliri ke bupati.

”Kita lihat saja nanti dalam persidangan. Tadi juga saksi menyatakan bahwa semua sudah sesuai prosedur, dan keterangan itu tidak disangkal Pak Widodo. Pokoknya kita akan kroscek lebih detail, agar semua terungkap, dan semua kasus ini terang benderang,” tutup Marison.

Seperti diketahui, Kejati Kalteng telah mengusut dugaan korupsi di lingkungan PDAM Kapuas. Karena dana penyertaan modal yang berasal dari APBD Kapuas, digelontorkan ke PDAM sekitar Rp1-3 miliar per tahun hingga 2023.

Baca Juga :  Tiga Warga Sampit Terima Bantuan Pengobatan

Bahkan untuk mengungkap kasus tersebut, Kejati Kalteng memeriksa sejumlah orang, dan menggeledah Kantor PDAM Kapuas. Selain itu, sejumlah dokumen terkait pertanggungjawaban dana penyertaan modal PDAM Kapuas diamankan. Dari hasil penyidikan dan penyelidikan Kejati Kalteng, didapati dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal PDAM dari Pemkab Kapuas, dengan kerugian negara mencapai Rp7 miliar lebih.

Menariknya dalam kasus itu, ada saksi yang menyebutkan Bupati Kapuas dalam persoalan tersebut. Selain itu diakui saksi dalam BAP dakwaan, ada dugaan aliran dana ratusan juta kepada pimpinan daerah setempat. Hal tersebut masih belum bisa dibuktikan dan akan terus ditelusuri. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA