oleh

Sejak Awal 2021 Ternyata Sekolah di Kapuas Laksanakan Belajar Secara Tatap Muka

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ternyata telah dilaksanakan pada beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas. Pelaksanaan PTM itu sudah dilakukan sejak awal tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas H Suwarno Muriyat mengatakan, PTM dilaksanakan dengan tetap menerapkan delapan daftar periksa yang ketat.

“Delapan daftar periksa tersebut meliputi sanitasi termasuk toilet bersih dan layak, fasilitas UKS/PKM terdekat. Kemudian aturan dan imbauan dari sekolah menerapkan wajib masker, tersedia alat ukur suhu tubuh dengan jumlah yang memadai, sarana cuci tangan, hand sanitizer dan disinfektan,” ungkap Suwarno kepada wartawan di Kuala Kapuas, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga :  Seorang PNS BPKAD Barsel Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Ditambahkan, pihak sekolah juga melakukan pemetaan satuan pendidikan untuk mengetahui orang di sekolah yang punya komorbid (penyakit penyerta). Selanjutnya, harus ada persetujuan Komite Sekolah dan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik setuju atau tidak setuju anaknya mengikuti PTM.

Baca Juga :  OPD Kapuas Ikuti Bimtek Updating SIPPD 2021

“Penerapan delapan daftar periksa sekolah PTM adalah sebagai adaptasi kebiasaan baru dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” ujar Suwarno.

Disebutkan, beberapa kecamatan di Kabupaten Kapuas yang melaksanakan PTM di antaranya Kecamatan Kapuas Kuala, Tamban Catur dan sebagian Kecamatan Bataguh.

Kemudian, Kecamatan Kapuas Murung, Dadahup, Mantangai, Kapuas Barat, Timpah, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu dan Kecamatan Mandau Talawang.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan saat Beribadah

“Sekolah di kecamatan yang kategori zona hijau sejak awal tahun 2021, sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Suwarno menambahkan, PTM diperlukan karena lebih efektif dibandingkan Belajar Dari Rumah (BDR). “Tumbuh kembang peserta didik menjadi perhatian utama selain kesehatan dan keselamatan untuk pendidik, peserta didik dan juga orang tua peserta didik,” pungkasnya. (hy/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA