oleh

SBH Dilibatkan Menjalankan Program Kesehatan

MUARA TEWEH – Gerakan Pramuka yang tergabung dalam Saka Bhakti Husada (SBH) Kabupaten Barito Utara (Barut), dilibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dalam menjalankan Progran Kesehatan. Itu dilakukan, karena keterlibatan Pramuka dalam menjalankan program kesehatan dinilai sangat ampuh menyasar masyarakat di wilayah terpencil.

Plt Kepala Dinkes Barut Siswandoyo, dalam pertemuan Orientasi Krida bagi calon anggota SBH, di Aula Bappedalitbang, Sabtu (26/10/2019) kemarin, menuturkan, arah pembangunan kesehatan 2015-2019 mengutamakan upaya kesehatan promotif dan preventif, yang didukung upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif.

Baca Juga :  BEM Delapan Fakultas di UPR Dukung IPI

Sebabnya, pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Atau dengan kata lain, mempercepat dan menyinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat.

“Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit,” tukasnya.

Oleh karena itu, Siswandoyo meminta seluruh lapisan masyarakat diharapkan terlibat dalam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Caranya, bersama-sama baik individu, keluarga, dan masyarakat mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari.

Baca Juga :  Tolerasi di Kalteng Perlu Ditingkatkan

Di sisi lain, dalam membangun kesehatan ada tiga pilar utama yang dapat bersinergi. Di samping pemerintah, masih ada masyarakat dan dunia usaha yang perlu terlibat di dalamnya.

“Masing-masing mempunyai peran tersendiri, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sadar dan mempunyai kemampuan untuk mandiri di bidang kesehatan. Karena itu, peran anggota Saka Bakti Husada perlu ditingkatkan sebagai penggerak masyarakat mampu hidup sehat, serta orientasi teknis promosi kesehatan bagi anggota SBH perlu dilakukan agar keenam krida dapat melaksanakan Germas di pusat maupun di daerah,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Diminta Permudah Investasi Masuk Daerah

Lebih lanjut Siswandoyo menyebutkan, pembinaan SBH perlu dilakukan secara intensif dan berkesinambungan mulai dari tingkat nasional, daerah, cabang, ranting, saka, dan gugus depan dengan meningkatkan peran aktif Pramuka dalam pembangunan kesehatan.

Dengan begitu, akan menciptakan kader penggerak masyarakat dan sebagai agen perubahan dalam berperilaku hidup sehat, serta mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Indonesia.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA