Rupiah Melemah Tapi Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap Aman Hingga Akhir 2026!

Ekonomi, Nasional245 Dilihat

JAKARTA, INIKALTENG.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan memicu kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah menegaskan anggaran negara masih cukup kuat untuk menjaga subsidi energi tetap aman hingga akhir tahun 2026.

Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) pukul 13.18 WIB melemah 0,51% ke level Rp17.730 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup melemah 1,03% di posisi Rp17.640 per dolar AS.

Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menyebut pemerintah sejak awal telah menghitung risiko fiskal akibat fluktuasi nilai tukar melalui skenario APBN. Karena itu, pemerintah memastikan tidak ada rencana menaikkan harga bensin maupun solar bersubsidi dalam waktu dekat.

“Anggaran sudah kita hitung sebelumnya itu,” ujar Purbaya usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi, ia menjawab singkat, “Nggak.”

Senada dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sejak awal tahun masih berada di bawah asumsi batas pemerintah sebesar US$100 per barel.

“Rata-rata ICP sekarang sekitar US$80-81 per barel dari Januari sampai sekarang. Jadi belum menyentuh US$100 dan insyaallah tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi,” kata Bahlil.

Bahlil juga menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 serta membantah isu penghapusan subsidi BBM. Menurutnya, kondisi anggaran negara masih cukup untuk menopang subsidi energi masyarakat.

“Insyaallah sampai akhir tahun tetap. Tidak ada konsep pemerintah untuk menghapus BBM subsidi, dan anggarannya cukup,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *