oleh

Ratusan Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Murjani

SAMPIT – Sejak beberapa hari terakhir ini, jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin meningkat. Hingga hari ini, Selasa (24/11/2020), ada penambahan pasien positif sebanyak 38 orang, dan meninggal satu orang. Sedangkan jumlah pasien yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit sebanyak 159 orang. Hal ini tentu sangat memprihatinkan.

Ketua DPRD Kabupaten Kotim Dra Rinie menekankan kepada pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, untuk terus meningkatkan koordinasi lintas instansi dan lembaga pemerintah. Sehingga upaya pencegahan dan berbagai kendala yang dihadapi saat ini bisa segera mendapatkan solusinya.

Baca Juga :  Pranata Humas Harus Lebih Paham Peran dan Fungsinya

“Tentunya dengan koordinasi, maka masalah bisa terpecahkan. Kasus Covid-19 ini meningkat juga karena adanya kelalaian manusia, terutama menyangkut penerapan protokol kesehatan. Untuk itu, segala kendala yang dihadapi Satgas tentunya juga merupakan kendala kita bersama. Satgas harus meningkatkan koordinasi ke lembaga maupun instansi agar sama-sama dicarikan solusinya,” kata Rinie di Sampit, Selasa (24/11)2020).

Baca Juga :  Penangkapan Dua Warga Desa Penyang Murni Kasus Pidana

Dia juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat angka kematian akibat virus Corona di Kabupaten Kotim semakin meningkat sejak beberap hari ini.

“Dimulai dari kita sendiri, sosialisasikan kepada sanak saudara kita yang lain, bahwa Covid-19 ini musuh kita bersama dan bahkan dunia. Jadi tidak bisa kita menyalahkan siapapun, melainkan diri kita sendiri. Untuk menghadapi masalah ini, perlu bersama-sama, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” tandas Rinie.

Baca Juga :  Foto dan Nama Anggota DPRD Kotim Dicatut

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Satgas Covid-19 untuk kembali melakukan razia yustisi dan bertindak tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dan membubarkan apabila ada kerumunan warga.

“Kami meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk kembali melakukan operasi yustisi terhadap pemakaian masker, maupun tempat berkerumunnya masyarakat serta menindak tegas warga yang tidak mematuhi standar protokol kesehatan, kerumunan warga harus dibubarkan,” terangnya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA