oleh

Ratusan Anggota Pramuka Rayakan Natal di Bumi Perkemahan

TAMIANG LAYANG – Perayaan Natal 2019 di lingkungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Barito Timur (Kwarcab Bartim) digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Bangi Wa’o, Tamiang Layang. Acara yang dilaksanakan pada Minggu (14/12/2019) malam itu, dihadiri anggota Pramuka Penggalang dan Penegak se-Tamiang Layang berjumlah lebih dari 250 orang. Hadir pula Pengurus Kwarcab, Pelatih, Pembina Pramuka, dan Dewan Kerja Cabang Bartim.

Ketua Kwarcab Bartim Ir Eskop MAP dalam sambutannya mengatakan, Natal merupakan perayaan penuh sukacita atas kelahiran Tuhan Yesus di dunia. Sukacita itu dinilai tidak ada artinya tanpa kebangkitan dan persatuan.

Baca Juga :  Ratusan APD Sudah Disalurkan Melalui Gudang Farmasi Barut

“Saya mengingatkan bahwa Natal itu bukan sekadar pujian atau firman. Saya rasa kita semua punya komitmen bersama komponen agama yang lain untuk bersama-sama membina generasi muda. Semua pihak harus merawat persatuan dan kesatuan di tengah kemajemukan tersebut,” kata Eskop.

Untuk itu, lanjut Sekda Kabupaten Nartim ini, kita harus terus menjaga kerukunan, menjaga dan memelihara persaudaraan kita. Karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan. “Saya mengajak terus kepada kita semua, sekali lagi, untuk menjaga dan merawat kerukunan persaudaraan dan persatuan kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  540 Pelamar CPNS Barut Dinyatakan Memenuhi Syarat Administrasi

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Bartim Eko Efrianto SP MM melalui perayaan Natal Gerakan Pramuka ini, mengajak umat Kristiani agar terus meneguhkan pentingnya bersikap bijaksana menyikapi perbedaan. Sehingga terwujud kebersamaan yang penuh kedamaian.

“Kedamaian memberi keleluasaan bagi seluruh anggota Pramuka untuk melakukan kebajikan, dan berpartisipasi aktif menciptakan suasana damai dan terus proaktif mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Muara Teweh Dapat Bantuan Ventilator

Eko menambahkan, merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian semata. Lebih dari itu, Natal perlu diterjemahkan dalam upaya memahami hakikat keragaman yang ada dalam masyarakat,” tuturnya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA