Program Pencegahan Stunting di Kotim Tetap jadi Prioritas

SAMPIT, inikalteng.com— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan bahwa program pencegahan dan penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas, meski pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran transfer ke daerah.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kotawaringin Timur pada 2024 berada di angka 21,6 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 35,5 persen berdasarkan data SKI. Untuk 2025, angka resmi prevalensi stunting belum dirilis, namun pemerintah daerah optimistis tren penurunan akan berlanjut dan mendekati target nasional yaitu 18,8 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotawaringin Timur, Alang Arianto, menjelaskan bahwa sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri mengenai pengurangan dana transfer ke daerah, terdapat tiga komponen yang wajib dipenuhi pemerintah daerah, yakni belanja pegawai, pelayanan publik, dan operasional.

“Program penanganan stunting masuk kategori pelayanan publik yang wajib dipenuhi. Karena itu, percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas pada 2026,” ujarnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penanganan stunting di Kotawaringin Timur juga disinergikan dengan program pemerintah pusat dan provinsi sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga tren positif penurunan angka stunting, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Penulis : Ardi
Editor : Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *