oleh

PPLP-PI UNKRIP dan Dinas Perikanan Pulpis Diskusi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim (PPLP-PI) Universitas Kristen Palangka Raya (UNKRIP) dan jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau diskusi tentang pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan pada daerah penyangga Tanaman Nasional (TN) Sebangau, Senin (26/9/2022).

Pada pertemuan ini hadir Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau Slamet Untung Riyanto didampingi Sekretaris Dinas Perikanan Pulpis Ir Ida Suryani.

Ketua Tim PPLP-PI UNKRIP Dr Lukas SPi,MSi meyebutkan, dalam pertemuan tersebut PPLP-PI menjelaskan pengelolaan sumberdaya perikanan adalah bagaimana mengelola sumberdaya yang terbatas untuk kebutuhan yang tidak terbatas.

“Semua aktivitas di bidang perikanan dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan ekologi, mengurangi  hal yang berdampak negatif yang dapat merusak keanekaragaman dan fungsi dan keseimbangan ekosistem,” ungkap Lukas.

Baca Juga :  Dewan Dukung Penuh Pelaksanaan TMMD

Karena itu menurut Lukas, ada tiga aspek utama, yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial yang harus dilakukan secara seimbang dalam menjaga kestabilan suatu ekosistem dengan keaslian keanekaragaman dan karakteristik ekologisnya sehingga diperlukan upaya pelestarian.

Lebih jauh dijelaskan, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sebangau yang didominasi oleh rawa gambut, kondisi sungainya dapat dikatakan sangat homogen. Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi ini dimanfaatkan untuk tujuan melindungi habitat hutan dan satwa, kegiatan penelitian yang menunjang ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Baca Juga :  Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Harus Pertimbangkan Kestabilan Ekosistem
Penyerahan Draf Raperda serta Naskah Akademik tentang Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan di Daerah Penyangga Taman Nasional Sebangau.

Selain itu disampaikan Lukas, PPLP-PI UNKRIP bersama dengan World Wildlife Fund (WWF) telah melaksanakan kegiatan penelitian di Wilayah Penyangga TN Sebagau di Sungai Katingan dan Sungai Sebangau. Penelitian berkaitan dengan keanekaragaman jenis ikan, jenis alat tangkap, keanekaragaman tumbuhan air dan reparian, kualitas air, biota air (plankton dan bentos), riset sosial ekonomi masyarakat.

Termasuk juga telah membuat draf naskah akademik dan Drfat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan di daerah penyangga taman nasional sebangau, melakukan pelatihan tentang pembuatan pakan ikan, serta  studi lapangan sebagai bahan untuk membuat kajian akademik dengan mempelajari pengelolaan sumber daya perikanan di tempat lain,  kegiatan FGD dan pertemuan dengan para pakar.

Baca Juga :  Asik! Kawasan Wisata Tahura Lapak Jaru Gumas Kembali Dibuka

Lukas menambahkan, rencana kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan di DAS Sebangau dan Katingan ini merupakan kerja sama antara PPLH-PI UNKRIP dengan WWF Kalimantan Tengah, stakeholder dan institusi pengelolaan lingkungan Hidup di Kalteng. Dalam mewujudkan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan yang berkelanjutan diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai elemen.

Pada kesempatan itu diserahkan Draf Raperda serta Naskah Akademik  tentang Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berkelanjutan di Daerah Penyangga Taman Nasional Sebangau, sebagai draf  regulasi mengenai tata pengelolan secara berkelanjutan sumberdaya perikanan di daerah penyangga TN Sebangau. (adn/red4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA