oleh

Potensi Pelabuhan di Kotim Bisa Datangkan PAD

SAMPIT, inikalteng.com – Potensi pengembangan pelabuhan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai sangat menjanjikan untuk membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, Anggota DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo mengaku mendukung langkah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kotim untuk mengelola usaha kepelabuhanan. Sehingga nantinya bisa menjadi sumber bagi PAD.

Handoyo melihat banyaknya “pelabuhan tikus’ di Kota Sampit dan sekutarnya. Hal ini memberi peluang bagi Pemerintah Daerah Kotim untuk mengarahkan kegiatan itu melalui pelabuhan resmi milik pemerintah daerah nantinya. Salah satu pelabuhan yang sudah berdiri, yaitu Pelabuhan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Baca Juga :  Masih Ada Aset Pemprov yang Dikuasai Oknum Mantan Pejabat
Dermaga Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim yang berpotensi mendatangkan PAD jika dikembangkan secara maksimal.

“Dengan dikembangkannya potensi usaha jasa kepelabuhanan ini dan digarap maksimal, tentu bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah. Semoga ini jadi garapan pemerintah khususnya BUMD Kotim ke depannya,” kata Handoyo di Sampit, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga :  Pihak Perusahaan Bertanggungjawab Terhadap Kesejahteraan Karyawannya

Untuk itu, Anggota Komisi IV ini mendorong agar pelabuhan yang dikelola pemerintah ini, bukan tanpa alasan. Salah satunya agar mengurangi jalur-jalur tikus untuk bongkar muat. Selain itu, juga memudahkan instansi terkait melakukan pengawasan. Sebab, disinyalir melalui pelabuhan tikus itu kerap jadi pintu masuk penyelundupan barang-barang ke Kotim. Bahkan termasuk penyelundupan minuman keras maupun narkotika.

Baca Juga :  Multiyears Dinilai Menghambat Proyek Pembangunan Lainnya

Diketahui, saat ini pemerintah daerah memiliki sebuah dermaga di Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dermaga ini akan dijadikan salah satu objek usaha pelabuhan yang nantinya dikelola pemerintah daerah melalui badan usaha yang sudah dibentuk.

“Namun, saat ini badan usaha tersebut tengah menemui kendala di sektor permodalan. Pemerintah daerah bersama DPRD Kotim, terkesan masih setengah hati memercayakan pengelolaannya kepada BUMD. Padahal, BUMD Kotim sendiri menegaskan jika itu dikelola maksimal, maka akan menjadi pundi-pundi besar untuk pendapatan daerah,” jelas Handoyo. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA