oleh

Pilkades PAW Desa Dayu Diduga Diikuti Calon Berijasah Palsu

TAMIANG LAYANG, inikalteng.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), diduga diikuti salah seorang calon yang berijasah palsu. Dugaan itu, berdasarkan hasil putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) di Jakarta Nomor 105/B/2018/PT.TUN-JKT, tanggal 4 Juni 2018, dan Hasil Putusan PTUN Palangka Raya.

Salah seorang Calon PAW Desa Dayu Erwin Nakalelo, Jumat (26/11/2021), menurutkan, dalam dua putusan itu, pokok perkaranya adalah ijazah yang digunakan sebagai syarat Pilkades 2017 terindikasi kuat dan meyakinkan aspal (asli tapi palsu).

Di mana salah seorang calon, dulu pernah menjabat sebagai Kades Dayu Periode 2017-2023, tetapi dalam perjalanannya diberhentikan melalui SK Bupati Bartim yang diterbitkan pada 2 Mei 2019, berdasarkan adanya putusan PTUN Jakarta dan PTUN Palangka Raya.

Karena diberhentikan dengan masa waktu sisa jabatan lebih dari satu tahun, maka sesuai dengan pasal 47 Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, wajib dilakukan penunjukan penjabat kepala desa untuk melaksanakan tugas desa dan melaksanakan Pilkades Antar Waktu.

Baca Juga :  Camat Seruyan Raya Tinjau Kondisi Banjir di Desa Terawan

Erwin Nakalelo menengarai adanya kejanggalan, karena orang yang sama, yakni yang diberhentikan dari jabatan Kepala Desa periode 2017-2023 pada 2019 maju kembali dalam Pilkades Antar Waktu. Dia juga menegaskan, keberatan itu sudah disampaikan pertama kali pada 19 Juli 2021 dan kedua kali pada 28 Juli 2021 yang ditujukan kepada Panitia PAW Desa Dayu 2021. Namun keberatan itu tidak pernah diberikan jawaban secara resmi.

“Saya pernah bertanya melalui pesan WhatsApp, jawabannya berdasarkan hasil koordinasi panitia, BPD dan panitia kecamatan sepakat tidak memberikan tanggapan,” kata Erwin sembari menujukkan bukti screenshoot percakapan tersebut.

Tidak itu saja, dia juga menduga ada pelanggaran, baik dugaan pidana maupun etika yang dilakukan Panitia PAW Desa Dayu 2021. Di antaranya seperti dalam dalam proses tahapan penjaringan atau penyaringan tahap I, pendaftaran dan verifikasi, banyak ditemukan kejanggalan dan indikasi ketidakadilan oleh Panitia Penyelenggara, Panitia Pelaksana, hingga Tim Kecamatan.

Baca Juga :  DAD dan PDI Perjuangan Bagikan Ribuan Bantuan Gubernur

“Karena protes, keberatan, penyampaian untuk melaksanakan tahapan secara adil dan terbuka sesuai aturan ketentuan perundangan tidak ditanggapi, maka saya sendiri sudah melaporkannya secara berjenjang kepada pihak terkait dan berwenang,” pungkas Erwin.

Dikonfirmasi terpisah via telepon selular, Ketua Panitia PAW Desa Dayu Hindarto, menuding keberatan yang disampiakan Erwin Nakalelo kepada salah seorang calon PAW Kades Dayu hanyalah untuk mencari-cari alasan saja. Menurutnya, keberatan yang disampaikan Erwin tidak memiliki dasar yang cukup kuat.

Menurutnya, Panitia menerima Emilia sebagai Calon PAW Desa Dayu 2021 berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Pemusyawaran Desa (BPD) Dayu, Panitia tingkat kecamatan, dan tingkat kabupaten.

Baca Juga :  Komisi IX DPR RI Tinjau Pelayanan RSUD Doris Sylvanus

“Pandangan kami panitia, karena syaratnya lengkap dan hak politiknya tidak dicabut baik itu pengadilan negeri maupun PTUN,” kata Hindarto.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bartim AKP Ecky Widi Prawira via WhatsApp, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan PAW Desa Dayu 2021. Namun dia belum bisa membeberkan secara gamblang, karena masih dalam proses.

Untuk diketahui, dalam Pilkades PAW Desa Dayu 2021 diikuti tiga kandidat, yakni Erwin Nakalelo, Alus Satria, dan Emilia. Pemungutan suara PAW dilaksanakan Rabu (24/11/2021), diikuti 100 orang pemilih, dengan ketentuan tiap RT hanya diwakili 10 orang pemilih. Nomor urut tiga, Emilia memperoleh 56 suara, nomor urut satu Erwin memperoleh 25 suara, dan nomor urut dua Alus Satria memperoleh 19 suara. (ae/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA