oleh

PGI Kalteng Masih Pertimbangkan Menambah Luasan Lapangan Golf

Gelorakan Semangat Olahraga Golf

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Persatuan Golf Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (PGI Kalteng) yang diketuai H Abdul Razak, sudah lama berencana untuk memperluas lapangan Golf Isen Mulang dari yang sekarang 9 hole (lubang) menjadi 18 hole. Namun rencana itu terpaksa harus tertunda karena pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020.

“Sebenarnya lahannya sudah ada untuk menambah 9 hole lagi. Tapi karena muncul Covid-19, semua jadi tertunda. Pegolf pun sangat berkurang, bahkan sempat vakum. Setelah Covid berkurang, maka minat para pegolfer di Palangka Raya mulai bangkit lagi, dan mudah-mudahan terus bertambah,” kata Razak saat ditemui di sela-sela bermain golf di lapangan Golf Isen Mulang Palangka Raya,” Rabu (21/9/2022) sore.

Baca Juga :  H Abdul Razak Dinilai Layak Pimpin Kalteng

Namun, lanjutnya, rencana untuk memperluas lapangan hingga 18 hole, masih dipertimbangkan perlu dan tidaknya, tergantung situasi dan jumlah pegolfer yang bermain. Karena percuma menambah luasan hole jika pemainnya sedikit. Sebab, lapangan golf memerlukan maintenance dan pemeliharaan yang harus diperhitungkan dengan pembiayaan. Jika pemainnya banyak, maka otomatis akan menambah pemasukan, karena ada kontribusinya.

Baca Juga :  KBB Kalteng Bergerak Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Kalsel

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng ini juga mengungkapkan, bahwa Oktober mendatang PGI Kalteng akan menggelar Turnamen Golf se-Kalteng dan mengundang pemain-pemain dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Turnamen ini bertujuan untuk meningkatkan kembali gairah olahraga Golf di Kalteng, terutama setelah melewati masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Legislator Kotim Dukung Pembangunan Pasar Mangkikit Diaudit

“Dengan adanya turnamen itu, kita berharap akan bermunculan pegolfer muda yang ikut berpartisipasi,” pungkasnya seraya mengajak seluruh masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat olahraga di Bumi Tambun Bungai ini pasca dilanda pandemi Covid-19. (nl/red1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA