oleh

Perekonomian Kalteng Diprakirakan Tumbuh 6,0 – 6,4 Persen

PALANGKA RAYA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng Rihando menyebutkan, pada 2019 perekonomian Kalteng diprakirakan akan tumbuh di kisaran 6,0 Sampai 6,4 Persen (year on year/yoy) jika dibanding pada 2018 sebesar 5,64 persen (yoy). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Bumi Tambun Bungai berada pada level yang cukup baik.

“Meskipun ekonomi Kalteng pada triwulan III 2019 tumbuh melambat, namun capaian 2019 secara keseluruhan diprakirakan lebih baik dibanding 2018 lalu,” ungkap Rihando pada kegiatan Pertemuan Tahunan BI Kalteng 2019, di Hotel Swissbell-hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kalteng Bagikan Ribuan Masker Kain Kepada Masyarakat

Di sisi lain, inflasi Kalteng sampai dengan Nopember 2019 terpantau rendah dan stabil. Secara umum pada 2019, inflasi Kalteng diperkirakan masih berada pada target inflasi nasional, yakni sebesar 3,5 ± 1 persen.

“Bahkan pencapaian inflasi Kalteng yang rendah dan stabil, tidak lepas dari peran aktif dan komitmen Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hal ini terukur dari indikator tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,10 persen dan tingkat kemiskinan sebesar 4,98 persen, menunjukkan perbaikan pada 2019,” sebutnya.

Baca Juga :  Serdik Sespimmen Polri Jalani Rapid Test

Rihando menambahkan, intermediasi perbankan tumbuh kuat yang tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 5,42 persen (yoy), dan DPK sebesar 7,7 persen (yoy). Sedangkan risiko kredit membaik, yang tercermin dari rendahnya NPL sebesar 1,65 persen pada posisi Oktober 2019.
Sementara itu, sistem pembayaran di Kalteng tercatat mengalami peningkatan. Sampai dengan Nopember 2019, tercatat total perputaran uang melalui Kantor Perwakilan BI Kalteng sebesar Rp15,18 triliun.

Baca Juga :  Karyawan Hotel Armani Surati DPRD Barut

Begitu juga dengan penggunaan sistem pembayaran non tunai, seperti RTGS dan SKNBI, terus mengalami peningkatan dengan capaian masing-masing sebesar Rp18,05 triliun dan Rp2,10 triliun sampai dengan Nopember 2019. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA