oleh

Penerbangan ke Kalteng Hanya Melalui Bandara Tjilik Riwut

TAMIANG LAYANG, inikalteng.com – Pemprov Kalteng melalui Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, telah menerbitkan Surat Edaran baru. Dalam Surat Edaran itu, disebutkan penerbangan ke Kalteng hanya dilakukan melalui Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangka Raya dan larangan mudik diperpanjang hingga 24 Mei 2021.

Hal tersebut, diungkapkan Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Timur (Bartim) untuk mengecek Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, dan Pos penyekatan Pemudik di Pasar Panas, Kecamatan Benua Lima, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga :  Di Katingan Tenaga Pendidik Paling Banyak Dicari

“Posko PPKM Skala Mikro merupakan role model dalam mengendalikan penyebaran Covid-19, dan telah terbukti efektif, sehingga perlu dipertahankan dan diperkuat. Dan pengecekan Pos Penyeketan Mudik wilayah Perbatasan Kalteng-Kalsel, berjalan aman dan lancar,” tuturnya.

Dijelaskan, kebijakan memperpanjangan larangan mudik hingga 24 Mei 2021 dan penerbangan hanya melalui satu pintu, yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kalteng agar mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19

“Sekarang Bandara Sampit dan Pangkalan Bun sudah ditutup. Untuk memasuki Kalteng, masyarakat yang datang bisa juga lewat Bandara Banjarmasin, maka jalur darat harus tetap diperketat,” tukas jenderal bintang dua ini.

Sementara itu, Bupati Bartim Ampera AY Mebas, mengatakan, sesuai dengan arahan dari Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng dan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, maka pengetatan pada Posko Penyekatan Mudik akan diperketat. Bahkan pengetatan pada Pos Penyekatan Mudik di Kelurahan Taniran akan diberlakukan,” katanya.

Baca Juga :  CV MJM akan Tepati Janji ke Warga Kandris

Menurutnya, dengan kebijakan tersebut kasus positif Covid-19 di Bartim mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan ada tiga kecamatan yang sudah menjadi Zona Hijau, enam kecamatan Zona Pink, serta satu kecamatan Zona Oranye.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Satgas Penanganan Covid-19 Bartim hingga kecamatan dan desa, untuk terus mengawasi protokol kesehatan di wilayah masing-masing,” pungkas orang nomor satu di Gumi Jari Janang Kalalawah ini. (ae/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA