oleh

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Ujung Pandaran

SAMPIT – Warga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (6/7/2020) siang, digegerkan dengan adanya mayat mengapung di sungai. Mayat yang sudah membusuk tersebut, terlihat sudah tidak utuh lagi, dan bahkan tidak bisa dikenali.

Informasi yang berhasil dihimpun, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh sepasang suami istri yang berprofesi sebagai nelayan, Hasan Basri (53) dan Sunarti (40), warga Jalan Putra Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Menurut saksi Hasan Basri, saat itu pada sekitar pukul 14.00 WIB, mereka sangat kaget melihat ada mayat berjenis kelamin laki-laki mengapung di Sungai Pasir, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit.

Baca Juga :  Wilin C. Okamoto Resmi Jadi Anggota DPRD Kalteng

Sebelumnya mulai sekitar pukul 12.00 WIB, Hasan Basri bersama istrinya dengan menggunakan kelotok, memasang rempa atau jaring ikan di muara pantai Sungai Pasir. Usai memasang jaring, mereka ingin beristirahat sejenak. Ketika melabuh jangkar kelotok, mendadak istrinya kaget lantaran melihat ada mayat mengambang di air. Melihat pemandangan itu, Hasan Basri dan Sunarti bergegas ke pantai dan langsung memberitahukan kepada Kepala Desa Ujung Pandaran.

Baca Juga :  Penerbangan Lion Air dari Denpasar Tujuan Wuhan Hanya untuk Pemulangan

Kemudian mereka melaporkan penemuan mayat itu kepada pihak Kepolisian setempat, yang selanjutnya menghubungi petugas Puskesmas. Petugas Kepolisian dibantu anggota TNI dan warga, mengevakuasi mayat tersebut ke Puskesmas.

“Saya kaget melihat ada mayat dan bau busuk yang menyengat. Saat itu juga kami langsung pulang dan bersama warga lainnya, kami melaporkan ke polisi,” kata Hasan.

Baca Juga :  Katingan Siaga Hadapi Kontingensi Bencana Alam

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan adanya identitas mayat tersebut. Warga sekitar juga tidak ada yang mengenalnya. Saat ditemukan, mayat itu sudah dalam kondisi membusuk. Bahkan kedua kaki dan tangan kanannys sudah tidak ada. Diperkirakan korban meninggal sudah selama satu minggu.

Hingga saat ini, belum ada informasi atau laporan dari warga sekitar yang mengaku kehilangan anggota keluarganya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA