Pemkab Kotim Pastikan Distribusi Bapok Berjalan Normal

SAMPIT, inikalteng.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) memastikan arus distribusi barang kebutuhan pokok ke wilayah Kotim berjalan normal. Pemantauan rutin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menunjukkan tidak ada gangguan signifikan yang berpotensi menekan pasokan maupun memicu lonjakan harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan setiap pekan untuk memastikan logistik dari Jawa menuju Kotim tetap lancar. Informasi cuaca dari BMKG juga menjadi acuan dalam mengantisipasi potensi hambatan.

“Cuaca saat ini tergolong normal dan tidak ada gangguan signifikan di jalur pelayaran. Distribusi barang masuk Kotim tetap lancar, sehingga stok kebutuhan pokok aman,” kata Rody, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, kelancaran distribusi tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga pangan di pasaran. Sejumlah komoditas bahkan mencatatkan penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

“Tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Ada yang turun, termasuk ayam ras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari,” jelasnya.

Pemkab Kotim memberi perhatian khusus pada komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah yang rentan memicu inflasi. Pemantauan dilakukan tidak hanya pada harga, tetapi juga kondisi transportasi, kelancaran kapal bongkar muat, serta suplai dari daerah penghasil.

Rody memastikan TPID terus mengkaji langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga. Pemerintah daerah siap melakukan intervensi, termasuk operasi pasar, jika diperlukan.

“Koordinasi kami lakukan secara rutin. Harapannya inflasi tetap terkendali dan masyarakat tidak terdampak kenaikan harga yang tiba-tiba,” tegasnya.

Hingga akhir November, inflasi di Kotim tercatat stabil dan masih dalam kategori aman.

Penulis : Ardi
Editor : ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *