KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengajak dunia usaha ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah badan usaha yang siap membantu pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan, baik penanaman modal asing maupun dalam negeri, yang bersedia terlibat dalam program tersebut. Dukungan itu ditargetkan mampu menjangkau ribuan peserta JKN dengan nilai donasi iuran mencapai ratusan juta rupiah untuk periode Juni hingga Desember 2026.
“Sinergi antara pemerintah daerah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Wiyatno saat menghadiri penandatanganan kerja sama Desk Program Skema Sharing Iuran (SSI) JKN di Aula Bapperida Kapuas, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, arah pembangunan kesehatan di Kabupaten Kapuas mengacu pada Kerangka Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan 2025–2029 yang selaras dengan visi daerah dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.
Strategi yang dijalankan antara lain memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan pemerataan layanan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Wiyatno juga menyoroti sejumlah program kesehatan yang telah dijalankan pemerintah daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Pada April 2026, misalnya, Pemkab Kapuas bersama dokter spesialis, pihak swasta, dan dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat setelah melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan di Jakarta. Bantuan tersebut mencakup 18 unit ambulans, pembangunan gedung operasi, hingga rencana relokasi puskesmas yang terdampak banjir.
Terkait capaian Universal Health Coverage (UHC), Kabupaten Kapuas pada 2025 berhasil mencapai kepesertaan JKN sebesar 100 persen dengan total 419.262 peserta. Namun, tingkat keaktifan peserta saat itu tercatat sekitar 74,98 persen dengan dukungan anggaran iuran BPJS Kesehatan mencapai Rp65 miliar.
Menurut Wiyatno, capaian tersebut telah memberikan jaminan kesehatan bagi lebih dari 202 ribu masyarakat tanpa membedakan kondisi ekonomi.
Meski demikian, pada 2026 pemerintah daerah menghadapi tantangan akibat penyesuaian fiskal yang berdampak pada berkurangnya alokasi APBD maupun transfer pusat. Kondisi itu turut memengaruhi pembiayaan iuran dan menurunkan tingkat keaktifan peserta menjadi sekitar 49 persen.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan badan usaha melalui program CSR untuk membantu pembiayaan JKN dengan skema sharing iuran.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 53 perusahaan sektor perkebunan di Kabupaten Kapuas dengan potensi peserta nonaktif mencapai sekitar 34 ribu jiwa.
Penulis: Sri
Editor: Adi










