KUALA KURUN, inikalteng.com– Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Sekolah Inklusi
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing, dan dihadiri para kepala sekolah jenjang TK, SD, serta SMP se-Kabupaten Gunung Mas yang digelar di Aula Bapperida setempat, Senin (7/7/2025).
Dalam sambutannya, Efrensia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Keberadaan sekolah inklusi bukanlah sekadar kebijakan sesaat, tetapi merupakan amanat konstitusi dan hak asasi setiap warga negara,” kata Wabup Efrensia.
Ia menambahkan, dasar hukum penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat kuat, mulai dari UUD 1945 Pasal 31, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hingga Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009.
Semua regulasi tersebut menekankan pentingnya sekolah reguler menerima dan melayani peserta didik berkebutuhan khusus. Workshop ini dirancang untuk memperkuat pemahaman para kepala sekolah terhadap filosofi pendidikan inklusif, ujar Wabup.
Lebih lanjut, dia menambahkan, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kompetensi manajerial dalam mengelola sumber daya secara adaptif, membangun budaya sekolah yang ramah terhadap keberagaman, serta memperluas jejaring kolaborasi antar sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan inklusif yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Melalui workshop ini, kita berharap lahir pemimpin-pemimpin sekolah yang tidak hanya memahami konsep inklusi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Aprianto.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemkab Gumas menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan tanpa diskriminasi. Melalui kolaborasi dan semangat, Gumas optimistis dapat menjadi pelopor pendidikan tanpa batas di Kalteng.
Penulis : Heriyadi
Editor : Adinata









