oleh

Pemilihan Rektor Bukan Politik Kampus

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Pemilihan rektor merupakan bagian penting dalam sebuah perguruan tinggi, di mana memang harus ada pergantian masa kepemimpinan. Karena itu, proses pemilihan rektor bukanlah politik kampus, tapi merupakan kegiatan akademisi, suatu proses untuk menentukan siapa calon pemimpin terbaik dan sangat baik.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi dalam arahannya pada acara Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UPR Periode 2022-2026 di aula lantai 6 Gedung PPIIG UPR, Senin (8/8/2022).

Baca Juga :  Sasar Pelajar, Polres Lamandau Sosialisasikan Bahaya Narkoba

“Saya berharap, seluruh civitas akademika UPR, seluruh masyarakat Kalteng khususnya, dan para pemerhati pendidikan mendukung sepenuhnya proses pemilihan Rektor UPR ini. Ke 13 bakal calon Rektor UPR periode 2022-2026 ini tentu sudah mempersiapkan diri, mereka merupakan kader terbaik di masa kepemimpinan saya sebagai Rektor UPR periode 2018-2022,” kata Andrie Elia dalam acara yang dihadiri seluruh anggota Senat UPR, para dosen, serta perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Diingatkan bahwa pemilihan rektor merupakan kegiatan akademisi berupa penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon, bukan penyampaian opini-opini yang menyesatkan civitas akademika dan juga masyarakat umum. Jika memang ada persoalan secara hukum, maka semestinya diselesaikan secara hukum untuk mencari kebenaran dan keadilan.

Baca Juga :  Yusuf Kalem Apresiasi Gelar Pasukan Keselamatan Telabang 2021

“Yang harus menjadi cacatan bagi Calon Rektor selanjutnya adalah tetap kedepankan kinerja berbasis data dan keilmuan dalam mewujudkan UPR Jaya Raya dan kampus berintegritas. Karena itulah tujuan daripada keberadaan akademisi, bukan mengedepankan opini,” jelasnya.

Andrie Elia mengakui selama kepemimpinannya masih terdapat banyak kekurangan, memerlukan kritik dan saran, dalam rangka membangun civitas akademika UPR. Karena sebagai manusia biasa, dirinya bukanlah orang yang sempurna.

Baca Juga :  Dies Natalis UPR Gelorakan Semangat Huma Betang

“Sebagai manusia, tentu saya tidak sempurna, masih banyak kekurangan di masa kepemimpinan saya. Namun saya tetap berusaha secara optimal untuk membawa UPR menjadi kampus terbaik dan berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Hal tersebut saya tunjukkan melalui kinerja,” tegasnya.

Dia juga mengimbau agar 13 bakal calon Rektor UPR berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan, dengan mengedepankan istilah kerja cerdas, kerja Ikhlas dan kerja tuntas. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA