oleh

Pembangunan Kesehatan Harus Mengacu SKN

MUARA TEWEH – Wakil Bupati Barito Utara (Barut) Sugianto Panala Putra, menyebut, penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pasalnya SKN, memiliki visi dan misi pencapaian pemenuhan hak asasi manusia.

“Pengelola kesehatan yang diselenggarakan semua komponen bangsa Indonesia, harus secara terpadu saling mendukung untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” kata Wakil Bupati Barut Sugianto Panala Putra ketika membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Puskesmas se-Barut 2019 di Muara Teweh, Rabu (23/10/2019).

Baca Juga :  Wagub Kalteng Hadiri Rakor Evaluasi Perkembangan PPKM Mikro

Dikatakannya, program pembangunan kesehatan Indonesia mengacu pada tiga pilar PIS, yaitu mengedepankan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pemenuhan Universal Health Coverage melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pelaksanaan tiga program itu, mempunyai target sasaran seluruh usia yang mengikuti siklus kehidupan. Sehingga integrasi pelayanan kesehatan, dapat dilakukan lebih efektif jika melalui pendekatan keluarga.

Baca Juga :  Tujuh LKS di Palangka Raya Terakreditasi

“Pelaksanaan PIS-PK, ditekankan pada integrasi pendekatan akses pelayanan kesehatan, ketersedian tenaga kesehatan, pembiayaan, serta sarana prasarana termasuk program upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan perseorangan (UKP). Semuanya, mencakup seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas dengan memerhatikan manajemen Puskesmas,” tuturnya.

Baca Juga :  Teras Narang Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Mahasiswa UNKRIP

“Tentunya hal ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sehingga diperlukan upaya monitoring dan evaluasi secara berkala dan berjenjang,” tutup Sugianto Panala Putra. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA