oleh

Pasutri di Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia

KUALA KAPUAS, inikalteng.com – Pasangan suami isteri (pasutri) Saleh dan Ramlah yang dikabarkan hilang dalam insiden perahu atau jukung tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Murung, Handel Rimbut, Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas pada Senin (17/5/2021) lalu, akhirnya berhasil ditemukan, namun dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Kedua korban yang merupakan warga Handel Rimbut  Desa Sei Asam ini, ditemukan oleh tim gabungan di hari serta lokasi berbeda.

Baca Juga :  Rencana Aksi Mahasiswa Terkait Seruan Aksi Evaluasi 74 Tahun Polri Batal Digelar

Pasutri tersebut diketahui tenggelam karena jukung yang mereka tumpangi setelah pulang berladang dari sawah menuju Desa Sei Asam terbalik, dihantam ombak dan angin kencang. Di kelotok itu juga ada dua orang lainnya yakni Rusli dan Syarif yang berhasil selamat.

Tim gabungan langsung melakukan pencarian usai kejadian. Pada Selasa (18/5/2021) sekitar pukul 09.20 WIB, petugas menemukan korban Ramlah sekitar 20 meter dari tempat kejadian tenggelamnya korban.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Berlakukan Semi Karantina Wilayah

Berselang satu hari kemudian, Rabu (19/5/2021) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, tim kembali menemukan korban Saleh di tengah Sungai Ujung Murung Kota Kuala Kapuas. Saat ditemukan, kondisinya mengapung dengan posisi terlungkup dan tubuhnya sudah membengkak.

Kasat Polair AKP Waryono saat dikonfirmasi Kamis (20/5/2021) mengatakan, usai ditemukan jenazah korban langsung dievakuasi dari air menggunakan speedboat milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) oleh Satpolair Polres Kapuas dan sejumlah relawan Kapuas ke Pelabuhan Danum Mare. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Baca Juga :  Mulai Tahun Depan RTH, Persampahan dan PJU Bukan Lagi Urusan Dinas PU

“Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia, diduga murni karena tenggelam akibat dari kecelakaan air tersebut. Kedua korban juga sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya,” kata Waryono. (sri/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA