oleh

PAD Kotim Kecolongan dari Sektor Galian C

SAMPIT, inikalteng.com – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol menilai, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak serius melakukan pembinaan terhadap para pelaku galian C di daerah setempat. Sebab, banyak usaha galian C di Kotim yang tidak memiliki legalitas, sehingga tidak dapat dipungut retribusinya untuk pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini usaha ilegal tersebut masih tetap berjalan.

Baca Juga :  2022, Pemkab Gumas Terapkan Aplikasi E-Kinerja bagi ASN

“Oleh sebab itu, kami minta kepada pemerintah daerah supaya mendata ke lapangan dan melakukan pembinaan. Sehingga mereka segera memiliki legalitas, dan menyumbang untuk peningkatan PAD Kotim,” ujar Gaol di Sampit, Kamis (18/8/2022).

Jika masih bandel dan tidak mau dibina, maka pemerintah harus bisa bertindak tegas dengan menangkap para pelaku galian C tersebut. Sehingga pemerintah tidak dianggap lepas tangan atas perbuatan ilegal tersebut yang kerap diabaikan.

Baca Juga :  Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kalteng Mencapai 4 Persen

“Agar oknum-oknum pengusaha ini jera dan tidak melanggar perbuatan hukum lagi. Selain itu juga, daerah tidak dirugikan lantaran kerusakan alam yang disebabkan kegiatan galian C terutama di wilayah Kota Sampit,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Lanjutkan Program Beasiswa

Gaol menyesalkan banyaknya usaha galian C yang diduga ilegal masih terjadi di Kotim, bahkan di Kota Sampit sendiri yang semestinya pemerintah mengetahui. Karena truk-truk besar hilir mudik membawa hasil galian C itu. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA