oleh

Operator Pelabuhan Diminta tidak Melayani Angkutan Berat

Ini Penyebab Cepat Rusaknya Jalan di Kotim

SAMPIT, inikalteng.com – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Handoyo J Wibowo meminta agar operator pelabuhan dalam Kota Sampit tidak memaksakan diri untuk melayani angkutan berat. Karena selama ini, kerugian besar daerah terjadi akibat jalan rusak oleh angkutan berat, terutama di jalur Jalan S Parman.

“Saya harapkan pihak operator pelabuhan tidak usah ngotot memaksakan muatan di atas 8 ton. Karena selama ini, sudah cukup daerah kita dirugikan dengan aktivitas 20 sampai 30 ton container yang melintas di Jalan S Parman menuju Pelabuhan Sampit,” kata Handoyo, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, miliaran rupiah APBD Kotim dirugikan hanya untuk memperbaiki ruas Jalan S Parman Sampit, yang terus mengalami kerusakan. Ini disinyalir karena angkutan yang keluar masuk Pelabuhan Sampit bermuatan jumbo dan melebihi dari 8 ton. “Saya sepakat dan mendukung langkah Dinas Perhubungan membatasi muatan itu. Selama muatan sumbu terberat (MST) 8 ton diizinkan, tapi kalau MST-nya 10-30 ton itu namanya sengaja menghancurkan kota ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Positif Covid-19 di Pulang Pisau Bertambah Dua Orang

Menurut Handoyo, apabila Jalan S Parman Sampit terus dilindas angkutan berat, maka di tahun 2021 ini juga akan terjadi kerusakan parah. Sementara di satu sisi anggaran daerah, sudah tidak tersedia untuk membiayai perbaikan jalan itu.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kotim Minta BPBD Pantau Situasi Banjir

“Kalau dibiarkan, saya yakin tahun ini rusak parah, sementara yang ada ini saja tambal sulam dan rusak lagi. Asumsi untuk perbaikan jalan itu, paling tidak membutuhkan sekitar Rp5-6 miliar. Kalau begini, uangnya dari mana lagi,” tandas Handoyo. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA