OJK Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir, Desa Tanjung Putri Jalani Pra-Inkubasi EKI

PANGKALAN BUN, inikalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi desa, khususnya memperluas akses keuangan bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pimpinan lembaga jasa keuangan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan informal yang berisiko.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masing-masing berada di angka 66,46 persen dan 80,51 persen. Namun, pada kelompok petani dan nelayan, angkanya masih lebih rendah, yakni 58,87 persen dan 69,40 persen. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah perdesaan.

Padahal, Desa Tanjung Putri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama di sektor perikanan dengan produksi ikan diperkirakan mencapai satu ton per hari. Potensi ini juga didukung keberadaan layanan keuangan seperti agen laku pandai, serta pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diproyeksikan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.

Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri, menilai program EKI menjadi momentum penting dalam membuka akses layanan keuangan formal bagi masyarakat nelayan. Selain itu, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan legal dinilai sangat diperlukan.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan akses keuangan, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya dengan bijak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa EKI dirancang tidak hanya untuk memperluas akses keuangan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Menurutnya, melalui tahapan pra-inkubasi hingga pasca-inkubasi, program ini akan memberikan intervensi yang terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat hingga penguatan keberlanjutan program ekonomi desa.

“EKI diharapkan mampu mendukung program strategis pemerintah, termasuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat secara merata,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan edukasi keuangan bagi masyarakat nelayan setempat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan produk jasa keuangan yang legal serta pengelolaan keuangan yang sehat.

Penulis/editor: Adinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *