oleh

Miris, Bangunan SDN 2 Ramban Sangat Memprihatinkan

SAMPIT, inikalteng.com – Sungguh miris melihat bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Ramban, yang terletak di wilayah Kelurahan Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Lantaran tidak mendapatkan anggaran, kondisi bangunan sekolah ini sangat memprihatinkan, dan sudah berlangsung selama beberapa tahun ini. Anggaran perbaikan yabg diajukan pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan (Disdik) maupun perusahaan di sekitar desa, hingga kini belum pernah ditanggapi.

Pantauan inikalteng.com, hampir semua keramik lantai di sekolah ini sudah hancur, dan langit-langit atau plafonnya juga copot semua. Begitu pula dengan perangkatnya seperti meja dan kursi, banyak yang sudah tidak layak pakai. Proses belajar mengajar pun terpaksa dilakukan dalam kondisi bangunan sekolah yang serba memprihatinkan.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Didesak Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Kebersihan Kota

“Sudah bertahun-tahun kondisi sekolah kami begini. Beberapa kali sudah kami ajukan bantuan kepada Dinas Pendidikan dan juga perusahaan sekitar, tapi tidak diperhatikan. Kalau sekolah di wilayah lain, itu sudah bagus semua,” ungkap Kepala SDN 2 Ramban, Rusliansyah SPd, Kamis (19/1/2023).

Menurut Rusliansyah, sekolah yang dipimpinnya itu memiliki 34 murid, 3 tenaga pengajar yang 2 di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1 honorer. Saat ini, ada tiga ruang kelas dan satu ruang kantor yang digunakan. Namun kondisinya sangat jauh dari kata layak. Bahkan satu ruangan terpaksa digunakan untuk dua kelas.

“Jadi hanya tiga ruang kelas yang dapat dimanfaatkan, dan itupun sangat jauh dari kata layak, meski demikian kami tetap berusaha maksimal untuk dapat memberikan pelajaran kepada murid. Karena mereka memiliki semangat yang besar untuk dapat menempuh pendidikan meskipun di tengah minimnya fasilitas sekolah. Di tengah kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan ini, alhamdulillah tenaga pengajar di SDN 2 Ramban ini terus memaksimalkan kinerja. Mereka dengan apa yang ada tetap berupaya agar peserta didik bisa terus bersekolah,” ujar Rusliansyah.

Baca Juga :  Agen Gas LPG Harus Ada Pengawasan

Sudah bertahun-tahun kondisi SDN 2 Ramban ini tidak dilirik oleh Disdik Kotim maupun pejabat terkait di Kelurahan Bagendang Tengah, dan Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Jangankan untuk renovasi, perbaikan ringan pun tidak pernah sama sekali. “Kami sangat berharap sekolah ini dapat diperhatikan oleh Dinas Pendidikan dan pejabat daerah saat melakukan kunjungan ke desa ini,” ucap Rusliansyah diamini dua orang guru SD setempat.

Baca Juga :  Polsek Serteng Rutin Mengecek Debit Air Sungai Seruyan

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kotim, Hj Mariani saat dimintai komentarnya, sangat menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, pemerintah daerah melalui Disdik Kotim supaya segera turun ke lapangan dan mengecek apa saja yang harus diperhatikan mulai dari kesejahteraan guru hingga bangunan sekolahnya yang tidak layak tersebut supaya bisa dimasukkan ke dalam program pembangunan dan bisa segera dilaksanakan perbaikannya.

“Saya minta Dinas Pendidikan segera ambil tindakan. Jangan menunggu Bupati memberikan perintah baru bergerak. Jelas ini tugas dan tanggung jawab Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis,” ujar Mariani. (ya/red1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA