oleh

Masyarakat Barut Diajak Cegah Karhutla

MUARA TEWEH – Pemkab Barito Utara (Barut), mengajak seluruh masyarakat setempat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ajakan itu, muncul dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Pemkab Barut melalui BPBD setempat, yang juga dihadiri Sekda Barut H Jainal Abidin, Kepala BPBD, Wakapolres Barut Kompol Masharsono, Kasdim 1013 Muara Teweh Mayor Mahsun Abadi, Kejaksaan Negeri Muara Teweh, Perwakilan Manggala Agni, Kepala BMKG, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Barut, Rabu (5/8/2020) kemarin.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Gunakan Absensi Scan Wajah

Kepala BPBD Barut Gazali Mantalatua mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati, tentang melayani masyarakat di masa pandemi Covid-19 dalam melakukan pembukaan lahan. Hal tersebut, tentunya agar tidak terjadi karhutla.

Hal senada diucapkan Kasdim 1013 Muara Teweh Mayor Mahsun Abadi, yang mengharapkan di dalam situasi pandemi, Perda yang masih dalam perbaikan segera terbit. Sehingga tim yang tergabung dalam Satgas Karhutla, dapat melakukan penindakan apabila melakukan pembukaan lahan tidak sesuai waktu yang ditentukan.

Baca Juga :  Kongres Masyarakat Adat Diharapkan Menghasilkan Rekomendasi Mengenai Berbagai Masalah di Daerah

“Mari kita bersama-sama menguatkan ketegasan, dengan membawa misi antara TNI, POLRI, BPBD, dan Manggala Agni dalam Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan. Pada prinsipnya, ini semua demi kebaikan bersama,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakapolres Barut Kompol Masharsono, mengharapkan agar dibentuk posko terpadu yang keberadaannya sebagai antisipasi pos kendali bagi posko yang ada di kecamatan guna mengantisipasi karthutla. Dengan demikian, seluruh personel Satgas yang ada di posko dalam Status Siaga, serta dapat ditingkatkan penambahan volume patroli setiap harinya.

Baca Juga :  Aksi Donor Darah Meriahkan HUT Kapuas dan KBPP Polri

Sementara itu, Sekda Barut H Jainal Abidin menyampaikan jika semua unsur yang ada harus segera membentuk Posko Terpadu. Selain itu, masyakarat juga meminta payung hukum agar petani bisa melakukan pembukaan lahan dan bercocok tanam secara tradisional.

“Bersama tim terpadu mengajak masyarakat melalui sosialisasi, agar dipasangkan spanduk imbauan larangan membakar hutan, serta ajakan untuk menjaga kawasan hutan,” H Jainal Abidin mengakhiri. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA