oleh

Mantan Waket Dewan Sarankan Pengalihan Pelabuhan

SAMPIT, inikalteng.com – Larangan bagi angkutan truk atau container untuk melintasi sejumlah jalan utama dalam Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjadi polemik, terutama bagi para pengguna jasa Pelabuhan Sampit. Pasalnya, larangan yang diberlakukan oleh Dinas Perhubungan Kotim itu, dianggap blunder bagi para pengusaha jasa angkutan terutama PT Darma Lautan Utama (DLU).

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Ketua (Waket) DPRD Kotim H Supriadi menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengalihkan tempat sandar dan keberangkatan kapal penumpang dan barang dari Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Bagendang.

Baca Juga :  PANTAS Siapkan Seribu Beasiswa Pendidikan

“Kemudian, bangun terminal angkutan penumpang, angkot, taxi hingga bus. Aktifkan angkutan jurusan Ketapang, Baamang, dan Sudirman. Tertibkan seluruh angkutan barang yang menggunakan truk, agar tidak ada lagi container masuk ke dalam kota, gunakan sistem online dan manual agar tertata dengan baik,” ujar H Supriadi di Sampit, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga :  Mantan Kepala SMKN 1 Kahayan Hilir Jalani Sidang Perdana

Dia mengharapkan agar pemerintah daerah melengkapi berbagai sarana dan prasarana. Kalau perlu bangun restauran dan hotel di Bagendang untuk kemudahan penumpang. Berikan perizinan property untuk pengembang di wilayah Bagendang. “Para pelaku usaha sebenarnya berharap adanya kebijakan lainnya, agar pendistribusian barang dari Pelabuhan Sampit tidak terganggu,” ujar H Supriadi yang juga salah seorang pengusaha di Kotim.

Baca Juga :  Bupati Serahkan Satu Unit Mobil Damkar ke Seruyan Raya

Dikatakan, Pemkab Kotim selain mengeluarkan larangan tersebut, semestinya juga harus siap dengan membangun atau menyiapkan fasilitas lainnya. Artinya, jika kapal barang tidak lagi singgah di Pelabuhan Sampit karena kendala jalur angkutan, maka harus disiapkan lajur tersendiri untuk jasa angkutan tersebut. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA