oleh

Mafia Anggaran Pasar Mangkikit Harus Dibongkar

SAMPIT, inikalteng.com – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) kini sudah menetapkan tersangka dalam   pungutan pembangunan Pasar  Mangkikit di Sampit yang mangkrak sejak tahun 2015.

Dalam hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kotim, Muhammad Abadi, menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan Polres Kotim. Diharapkan dengan diseretnya satu tersangka tersebut, setidaknya bisa menyeret siapa saja yang selama ini menjadi biang persoalan Pasar Mangkikit tersebut. Sehingga mafia anggaran pasar tersebut bisa terbongkar, karena selama ini seperti tidak bisa disentuh oleh hukum.

Baca Juga :  Wagub Terima Kunjungan Silaturahmi SMSI Kalteng

“Saya harap persoalan pasar yang selama ini seakan-akan rumit mulai dari Pasar Mangkikit, Pasar eks Mentaya, Pasar Ikan Mentaya, hingga pasar-pasar lainnya bisa terselesaikan. Karena oknum yang bermain bisa diseret ke ranah hukum, kontraktornya juga harus bertanggung jawab,” ujar Abadi di Sampit, Senun (7/2/2022).

Abadi mencontohkan, hampir 10 tahun terakhir persoalan pasar di Kotim ini tidak mampu diatasi pemerintah. Hal itu diduga karena banyaknya oknum di pemerintahan itu sendiri yang kongkalikong dengan pungutan, lapak dan lain sebagainya.

Baca Juga :  DAD Kalteng Gelar Ritual "Mamapas Lewu"

“Contoh kecil saja, janji pemerintah untuk memfungsionalkan bangunan Pasar Ikan di Jalan Ahmad Yani pada tahun 2021 lalu, ternyata sampai hari ini tidak bisa dilaksanakan. Artinya, siapapun pejabat di Dinas Pasar ini kalau oknum-oknum yang bermain di dalamnya jika tidak diseret ke hukum, maka akan sulit menyelesaikannya,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kotim itu.

Baca Juga :  ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

Selain itu, kata Abadi, persoalan pungutan lapak yang sudah disetor pedagang Pasar Mangkikit, nilainya ada yang nilainya ratusan juta rupiah, sejauh ini juga tidak jelas bagaimana nasib uang tersebut.

”Dengan adanya mantan pejabat Dinas Pasar yang sudah dijadikan tersangka ini, kami berharap menjadi awal dari langkah untuk membongkar sindikat-sindikat  yang selama ini mengeruk keuntungan pribadi dari pasar,” kata Abadi.(ya/red1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA