oleh

Legislator PKB Siap Fasilitasi Pengusulan Listrik di Pelosok

SAMPIT – Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Rambat, menyatakan siap membantu memfasilitasi pengusulan jaringan listrik perdesaan di kawasan pelosok kabupaten tersebut.

“Buat usulan disertai tanda tangan dan fotocopy KTP warga serta perangkat desa, untuk diusulkan ke PLN. Saya juga, baru-baru ini ada membantu mengajukan usulan untuk dua desa di Telawang. Arahan PLN seperti itu. Mudah-mudahan bisa dipenuhi,” kata Rambat di Sampit, Senin (23/11/2020).

Hal itu disampaikan Rambat menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait desa yang belum tersentuh jaringan listrik PLN. Saat ini, masih banyak desa yang belum terjangkau jaringan listrik, sehingga warganya terpaksa mengandalkan penerangan dari genset maupun listrik tenaga surya.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Diminta Segera Serahkan Kerangka APBD Murni 2021

Desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN itu, umumnya berada di wilayah utara atau hulu Kabupaten Kotim. Wilayah ini meliputi Kecamatan Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan Bukit Santuai.

Luas wilayah dan sulitnya medan, menjadi kendala yang dihadapi pihak PLN dalam memperluas jaringan ke desa-desa. Namun, masyarakat sangat berharap ada solusi yang ditempuh. Karena listrik sangat dibutuhkan untuk aktivitas warga sehari-hari.

Seperti terungkap dalam rapat Komisi I DPRD Kotim dengan para camat, usulan jaringan listrik itu di antaranya datang dari Kecamatan Cempaga Hulu yakni Desa Tumbang Koling dan Desa Selucing. Kendala yang sama juga terjadi di Desa Tumbang Kaminting, Kecamatan Bukit Santuai dan desa-desa lain di kawasan utara Kotim.

Baca Juga :  Webinar Nasional ISP dan KSPM GI BEI UPR Berupaya Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Rambat mengaku sudah pernah berkonsultasi dengan PLN terkait masalah itu. Karenanya, dia berani menyarankan dan siap membantu memfasilitasi. Meski belum tentu langsung disetujui karena PLN akan melihat dulu lokasi dan akses ke desa-desa, namun setidaknya usulan itu akan menjadi perhatian PLN guna mencarikan solusinya.

Baca Juga :  AKP Rikky Operiady : Pelanggar Lalu Lintas akan Ditindak Tegas

“Yang penting kita usulkan dulu. Nanti kita koordinasikan lagi dengan PLN kalau ada kendala. Kalau memang pemerintah daerah bisa membantu, tentu kita akan perjuangkan,” ucap Rambat.

Untuk diketahui, saat ini ada 49 desa di Kabupaten Kotim yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Masik menurut Rambat, pihaknya menargetkan semua desa di Kotim sudah teraliri listrik paling lambat pada tahun 2024 mendatang. Kendala yang sering hadapi PLN, di antaranya keterbatasan akses dan rumitnya sisi perizinan seperti ketika jalur jaringannya harus melalui perkebunan kelapa sawit.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA