oleh

Legislator Pertanyakan 5.000 Hektar Lahan Milik Daerah Dikuasai Investor

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) diminta untuk memberikan kejelasan kepada publik soal status lahan kebun kelapa sawit seluas 5.000 hektar (Ha) yang terletak di wilayah Kecamatan Antang Kalang. Karena lahan tersebut sudah dinyatakan sah secara hukum menjadi milik pemerintah daerah (pemda) setempat.

Menurut anggota Komisi I DPRD Kotim, Rimbun ST, Pengadilan telah memenangkan gugatan Pemkab Kotim terhadap investor yang sebelumnya menguasai lahan tersebut. Di tingkat kasasi pun, gugatan Pemkab Kotim tetap menang.

Baca Juga :  Ikatan Alumni PMP-PKN FKIP UPR Berikan Bantuan untuk Panti Asuhan dan Panti Jompo

“Setahu saya, Pemda memenangi gugatannya melawan investor sawit tersebut. Sekarang saya minta kejelasan, saat ini lahan itu sebenarnya milik siapa? Sementara dalam putusan hukum, lahan dan kebun sawit itu dikembalikan ke daerah. Secara otomatis menjadi aset milik daerah,” kata Rimbun di Sampit, Jumat (22/11/2019).

Dia meminta kepada Pemkab Kotim memberikan kejelasan kepada publik soal lahan tersebut. Karena saat ini, lahan itu masih dikuasai oleh investor sawit, sudah jelas-jelas kalah dalam gugatan di Pengadilan.

Baca Juga :  Kalteng akan Bentuk Tim Koordinasi Penataan Ruang

“Lahan itu masih dikuasai oleh pihak investor. Inikan aneh. Sejauhmana proses yang sebenarnya, sehingga bisa dikuasai kembali oleh investor, dan dibiarkan saja oleh pemda. Karena selama ini, pemda belum pernah mengadakan proses lelang terkait lahan tersebut,” kata Rimbun.

Rimbun juga meminta kepada Pemkab Kotim untuk menata semua aset milik daerah. Sehingga tidak jatuh ke tangan pihak lain, baik itu yang ada di perkotaan maupun di perdesaan.(red)

Baca Juga :  UPR Bersiap Terapkan PIN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA