PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menyoroti masih munculnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dan menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Kasus bullying di kalangan pelajar terus terjadi dan ini tanda bahwa kita harus lebih waspada,” ucapnya, Jumat (28/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa masa anak dan remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga tindakan kekerasan sekecil apa pun dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang.
“Setiap bentuk perundungan bisa melukai mental anak dan pengaruhnya dapat terbawa hingga dewasa,” ujarnya.
Tommy menegaskan bahwa sekolah dan keluarga memiliki peran besar dalam memastikan perilaku anak tetap dalam pengawasan, terutama karena banyak kasus terjadi saat proses belajar berlangsung.
“Aturan di sekolah harus tegas dan orang tua wajib ikut memantau perkembangan anak di rumah,” tuturnya.
Ia mengungkapkan sejumlah kasus perundungan belakangan ini berdampak berat pada korban, termasuk tekanan mental hingga tindakan ekstrem yang membahayakan diri sendiri.
“Kita melihat ada anak-anak yang tertekan sampai kehilangan kepercayaan diri, bahkan ada yang mengambil langkah tragis,” ucapnya.
Tomy memuturkan sebagai langkah pencegahan, sekolah harus menyediakan kegiatan pembinaan karakter, ruang konseling, hingga program penguatan mental agar siswa memiliki ruang aman untuk bertumbuh.
“Kegiatan yang menanamkan empati dan keberanian harus diperbanyak supaya generasi muda tumbuh beradab dan kuat mental,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal










