oleh

Langgar UU ITE, Marcos Tuwan Divonis Enam Bulan 

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Terdakwa Marcos Sebastian Tuwan atau Marcos Tuwan yang juga selaku Damang Kepala Adat Kecamatan Pahandut, didakwa melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) divonis enam bulan.

Vonis terhadap Marcos disampaikan Majelis Hakim di persidangan dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (27/7/2022).

Terdakwa juga dikenakan denda Rp5 juta subsidair satu bulan. Walaupun tidak ditahan, Majelis Hakim yang diketuai Boxgie Agus Santoso meminta agar terdakwa selama percobaan 12 bulan tidak melakukan tindak pidana.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkab Kotim Segera Bayar Insentif RT dan RW

“Menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan denda Rp5 juta subsidair satu bulan, menetapkan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa kecuali di kemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim bahwa terdakwa sebelum waktu selama percobaan satu tahun terakhir telah bersalah melakukan tindak pidana,” kata Boxgie saat membacakan amar putusan.

Baca Juga :  Organisasi Wanita Diminta Proaktif Membangun Daerah

Mendengar putusan yang lebih ringan dari tuntutannya yakni pidana penjara 2 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp10 juta dengan subsider 3 bulan kurungan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sutrisno Tabeas menyatakan pikir-pikir.

Sebaliknya kuasa hukum Marcos Tuwan, Mikhael Agusta menyatakan, menerima putusan terhadap kliennya.

Baca Juga :  Damang Pahandut Bantu Mesin Pompa Air Pemadaman Kebakaran untuk KM LSR Berkah

Sekedar diketahui, Marcos Tuwan didakwa mencemarkan nama baik Andrie Elia Embang. Sebanyak lima postingan Facebook Marcos Tuwan yang diduga mencemarkan nama baik pria yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) dan Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng). (***/red4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA