oleh

Laba dan Aset PT Jamkrida Kalteng Naik

PALANGKA RAYA – Komisaris Utama PT Jaminan Kredit Daerah (PT Jamkrida) Provinsi  Kalimantan Tengah (Kalteng), Friendy S Djala menyebut, laba (keuntungan) dan aset PT Jamkrida Kalteng mengalami kenaikan.

“Hasil usaha tahun buku 2019 mencatatkan peningkatan laba yakni Rp 1 miliar lebih dibandingkan laba tahun 2018 sebesar Rp 857 juta lebih. Aset juga mengalami kenaikan sebesar Rp 112 milyar lebih dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 100 miliar lebih,” kata Friendy S Djala.

Peningkatan keutungan dan aset milik ini diketahui saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida Provinsi Kalteng, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (6/1/2020).

RUPS tersebut dihadiri Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, selaku Pemerintah Provinsi sebagai pemegang saham pengendali yang mengikuti secara virtual dari Pangkalan Bun serta dihadiri secara langsung oleh Direktur Utama Suhartono, Komisaris Utama Friendy S. Djala dan diikuti secara kuorum oleh seluruh pemegang saham lainnya yakni para bupati/ wakil wali kota se-Kalteng.

Baca Juga :  Ini Cara Aman Hindari Terpapar Covid-19

Jamkrida Kalteng sebagaimana sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Notaris, telah mendapatkan pengesahkan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada tahun 2014 dan memiliki Visi menjadikan perusahaan penjaminan kredit yang sehat dan sebagai pendamping yang peduli bagi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Menuju Sukses dan mandiri sehingga terjadi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. “ Jamkrida berfungsi untuk mensejahterakan masyarakat, fungsi sosial sebagai penugasan mewakili pemerintah daerah dalam berperan membantu UMKM/ Koperasi,” ungkap Komisaris Utama Friendly S. Djala dalam forum tersebut.

Memperhatikan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Penjamin pasal 7 ayat 2 poin a, disebutkan bahwa jumlah modal disetor Perusahaan Penjaminan dan perusahaan penjaminan syariah ditetapkan paling sedikit Rp 100 miliar untuk lingkup nasional.

Baca Juga :  14 orang di Kalteng Masih Diisolasi

Sehubungan dengan hal tersebut, dilaporkan bahwa jumlah setoran yang masuk dari seluruh pemegang saham sampai pelaksanaan RUPS sebesar Rp 85.510.000.000. Untuk itu melalui RUPS tersebut, diharapkan Gubernur Kalteng dapat mengingatkan kembali komitmen para pemegang saham yakni sejumlah kabupaten yang belum memenuhi komitmen awal tersebut sesuai dengan Akta Pendirian agar kinerja operasional PT. Jamkrida Kalteng dapat terus berjalan untuk membantu UMKM/Koperasi di Kalteng.

Selain itu, PT. Jamkrida Kalteng meraih opini akuntan publik Wajar Dalam Semua Hal dan Material (Wajar Tanpa Pengecualian/ WTP) yang sejak awal didirikan hingga saat ini dapat dipertahankan.

OJK pusat telah melakukan pemeriksaan dan tahun 2019 tidak ada pelanggaran yang mendasar hanya bersifat mengingatkan perbaikan ke depan, temuan juga telah ditindaklanjuti.

Baca Juga :  KPPBC Kunjungi Pemkab Barut

Dalam RUPS tersebut disampaikan pula permohonan persetujuan terhadap penunjukkan Kantor Akuntan Publik yang akan memeriksa Jamkrida Kalteng tahun buku 2020 yakni Akuntan Publik Andi Ruswandi Windu dan Rekan di Jakarta serta persetujuan mengenai laporan pertanggungjawaban kinerja tahun 2019 yang sudah diperiksa oleh Dewan Komisaris.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menekankan peran strategis Jamkrida sebagai industri penjamin yang turut serta dalam pembangunan, meningat peranannya dalam membantu UMKM dalam rangka mengakses pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

“Jajaran Komisaris dan Direktur agar tetap berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali dalam hal ini Gubernur untuk mengkomunikasikan rencana dan kinerja perusahaan,” tegas Gubernur sambil mengingatkan bagi sejumlah kabupaten yang belum memenuhi komitmen awal agar segera menyelesaikan komitmen tersebut tahun 2021 ini. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA