oleh

Kitadaya Katingan Gaungkan Pentingnya Kesadaran Masyarakat Menjaga Lingkungan

KASONGAN, inikalteng.com – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Budaya dan Alam Kabupaten Katingan (Kitadaya Katingan) bersilahturahmi dengan Sarwepin selaku Ketua Mantir Adat Desa Jahanjang, Kecamatan Kamipang.

Ketua Umum Kitadaya Katingan, Khairul Saleh menjelaskan, kedatangan mereka ke Desa Jahanjang dalam rangka mempersiapkan rencana kegiatan eksplorasi wisata budaya Danau Bulat yang berada di desa tersebut.

Dimana dalam kegiatan itu, pihaknya menggali informasi dari tokoh masyarakat setempat terkait peran lingkungan dan kebudayaan untuk peningkatan kapasitas pariwisata daerah.
Menurut dia, objek wisata seperti Danau Bulat maupun jenis objek ekowisata lainnya di wilayah Kecamatan Kamipang patut menjadi prioritas.

Sebab, peningkatan kapasitas wisata berdampak positif untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Maka, kata kunci utama untuk meningkatkan pariwisata daerah adalah dengan senantiasa memupuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Terutama ekosistem hutan.

Ekosistem yang sehat, lanjut dia, merupakan modal utama menjaga kualitas lingkungan. Tentu yang dapat menjaga lingkungan adalah masyarakat, begitu juga yang dapat merusaknya adalah masyarakat itu sendiri.

Baca Juga :  Ini Penekanan Gubernur dalam Upaya Menghadapi Ancaman Karhutla

Organisasi Kitadaya Katingan dibentuk berlandaskan pemikiran bergandeng tangan dengan masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan.

“Kampanye sadar lingkungan kami lakukan melalui berbagai wadah, terutama media jejaring sosial internet seperti facebook, Instagram dan youtube. Dimana jejaring social itu sudah kita aktifkan sejak dibentuknya Kitadaya Katingan pada 28 Oktober 2020 lalu,” imbuhnya.

Kitadaya Katingan, lanjut dia, juga membuka diri bagi pihak yang ingin bergandeng tangan menggaungkan gema sadar dan peduli terhadap lingkungan.

Sementara itu Ketua Mantir Desa Jahanjang, Sarwepin mengaku bangga dan menyambut baik kedatangan pengurus dan anggota Kitadaya Katingan. Dia menjelaskan terkait relevansi budaya dan lingkungan.

Mantan Kepala Desa Jahanjang ini menjelaskan budaya masyarakat Dayak katingan menerapkan budaya untuk memperlakukan lingkungan.

Menurut dia, para orang tua dulu sudah dapat membaca bahwa akan terjadi perubahan iklim sesuai perkembangan dan putaran zaman. Oleh karena itu, mereka paham dengan pencegahan dampak kerusakan lingkungan (Mitigasi).

Baca Juga :  Tim Satgas Pangan Polsek TSG - Pulau Malan Monitoring Kelangkaan Minyak Goreng

Caranya, dengan menanam buah-buahan pada lahan bekas ladang, seperti buah-buahan, rotan dan tanaman produktif lainnya.

Begitu juga pada pelestarian lingkungan, kata dia, ada kawasan hutan tempat mengambil madu, sebagai contoh seperti kawasan Tanggiran. Tanggiran berupa pohon Jingan atau Rangas, Tampurau dan beberapa jenis pohon lainnya.

“Kawasan hutan di sekitar pohon tempat lebah bersarang ini yang dijaga kelestariannya sebagai tempat lebah-lebah itu mencari madu pada bunga pohon-pohon tersebut. Kemudian ada yang disebut dengan kawasan Tajahan. Ini sebuah kawasan yang diritualkan untuk tempat mencari petunjuk kepada yang penguasa oleh Pisur atau tetua adat. Kawasan ini juga memiliki hutan yang luas dan apabila diganggu hutannya dengan menebang kayu, atau binatang didalamnya bisa kualat,” jelas dia.

Selain itu, tambah dia, banyak usaha yang merupakan budaya masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, yang merupakan upaya mitigasi lingkungan ala adat dayak itu sendiri yang disadar bahwa masyarakat adat sejak dulu sudah memiliki kearifan lokal untuk menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Penyuluh Dituntut Meningkatkan Ilmu Pengetahuan

“Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan, antara lain melalui wadah perkumpulan Kitadaya Katingan, terlibat langsung dalam aksi lingkungan yang bersih dan sehat, kampanyekan berbudaya disiplin tidak buang sampah sembarangan, atau lembaga bisa berkolaborasi dengan para pihak terkait untuk melakukan aksi penyadartahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan yang sehat,” urainya.

Bentuk dukungan lainnya, lanjut dia, salah satunya KItadaya Katingan lakukan yaitu mengekspos kegiatan yang dilakukan PT RMU (Rimba Makmur Utama) berupa kampanye sadar lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan, buang sampah jangan sembarangan juga bagian yang dapat membantu giat restorasi ekosistem. (hs/red3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BACA JUGA