oleh

Kepala Daerah se-Kalteng Diminta Pastikan Pemetaan Penanganan Covid-19

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran meminta seluruh Kepala Daerah se-Kalteng, agar memastikan pemetaan penanganan Covid-19 hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Dengan begitu pengendalian sebaran Covid-19 bisa menjadi lebih fokus, utamanya Jelang Ramadhan 1442 Hijriyah.

Pernyataan tersebut, disampaikan H Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, saat memimpin Rapat Antisipasi Penyebaran Covid-19, yang dihadiri unsur Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Forum-Forum Kemitraan, Ormas, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, baik secara virtual maupun tatap muka, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (9/4/2021).

“Saya meminta perhatian serius Bupati dan Wali Kota, untuk memastikan pemetaan tingkat RT ini dilaksanakan dengan baik, karena data yang kami terima, laporan kabupaten dan kota belum semuanya lengkap. Seperti laporan Kabupaten Murung Raya, baru 1 Kelurahan dari 6 Desa dan Kelurahan yang ada kasus aktifnya. Sehingga dengan adanya pemetaan di tingkat RT, maka pengendalian covid-19 bisa menjadi lebih fokus,” ungkap Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Fahrizal Fitri.

Baca Juga :  UPR Wisuda 918 Mahasiswa

Diutarakan, memerhatikan data-data tersebut, maka Provinsi Kalteng memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro, mulai 6 April sampai dengan 19 April 2021. Sebab PPKM Mikro, bukan sekedar keputusan yang ditetapkan kemudian tidak dilaksanakan dan dievaluasi dengan baik.

“Terkait vaksinasi, merupakan salah satu harapan untuk mempercepat mencapai kekebalan komunitas menghadapi Covid-19. Oleh karena itu saya minta Bupati dan Wali Kota, memastikan target-target vaksinasi yang sudah disusun bisa tercapai, bahkan bisa dipercepat. Perbanyak pelaksanaan vaksinasi massal, namun tetap perhatikan protokol kesehatan,” imbaunya.

Sementara terkait dengan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H, Bupati, Wali Kota, serta seluruh komponen masyarakat diminta menetapkan dan mengatur pelaksanaan PPKM Mikro pada tingkat desa dan Kelurahan yang terdapat kasus aktif Covid-19, sampai dengan tingkat RT dan Rukun Warga (RW).

Baca Juga :  Tangkal Paham Radikalisme, Polres Kapuas Kunjungi Diskominfo

Kepada para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Forum-Forum Kemitraan, Ormas dan Perguruan Tinggi, agar terlibat lebih aktif lagi dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan, vaksinasi, dan melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri, penyediaan sarana prasarana protokol kesehatan, serta peran aktif lainnya.

Di sisi lain, pemerintah memberikan izin pelaksanaan Buka Puasa Bersama dan kegiatan Ibadah lainnya selama Bulan Ramadhan, dengan ketentuan pembatasan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan. Seluruh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Forum-Forum Kemitraan,  Ormas dan Perguruan Tinggi, serta Pengurus atau Pengelola Masjid dan Musholla, agar mematuhi pelaksanaan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021, sehingga umat dapat terhindar dari paparan Covid-19.

Baca Juga :  Program Transmigrasi Perlu Dikaji Kembali

Poin lainnya, yakni kegiatan vaksinasi Covid-19 tetap dapat dilakukan di bulan Ramadhan, dengan berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Untuk itu diharapkan dukungan dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Forum-Forum Kemitraan,  Ormas, dan Perguruan Tinggi, dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna menyukseskan pelaksanaan kegiatan vaksinasi, sehingga ketahanan masyarakat terhadap Covid-19 bisa cepat diwujudkan.

“Terakhir, pemerintah memberikan izin Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 dapat dilaksanakan di Masjid atau lapangan terbuka, dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan. Oleh karena itu, upaya bersama seluruh pihak selama Bulan Ramadhan semoga dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 di Kalteng, sehingga Ibadah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” tutup Fahrizal Fitri. (MMC Kalteng/red2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA