oleh

Kebutuhan Air Bersih Warga Selatan Kotim Harus Diprioritaskan

SAMPIT, inikalteng.com – Diprediksi, mulai Juli atau Agustus 2021 mendatang, wilayah Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit, rawan terjadinya krisis air bersih. Hal itu seiring dengan akan datangnya musim kemarau yang diperkirakan cukup panjang. Terhadap hal itu, harus ada langkah antisipasi dari pemerintah daerah sejak dini.

“Tahun-tahun sebelumnya ketika kemarau, wilayah selatan Kotim selalu kesulitan air bersih. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus melakukan antisipasi, supaya ketersediaan air bersih tercukupi,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kotim Hj Darmawati di Sampit, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga :  RKPD Barut 2021 Mulai Disempurnakan

Menurutnya, antisipasi dimaksud jangan hanya mengandalkan pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang langsung mengantarkan air bersih menggunakan mobil tangki dan sebagainya. Namun, pemerintah juga perlu melakukan terobosan baru supaya tidak lagi mendatangkan air bersih dari kota ke daerah tujuan. Misalnya, dengan memaksimalkan penyaluran dari PDAM ke rumah warga.

”PDAM untuk wilayah selatan itu harus dimaksimalkan penyalurannya langsung ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Menurut Darmawati, untuk wilayah Kecamatan Pulau Hanut dan Teluk Sampit juga harus diperhatikan. Apalagi di daerah seberang itu sangat sulit mendapatkan air bersih. Sehingga perlu adanya kajian-kajian guna mendapatkan solusinya.

Baca Juga :  Legislator Minta Pemkab Seruyan Melakukan Terobosan

“Kalau cuma bagi-bagi Profil Tank, itu masih kurang maksimal. Saya pikir di wilayah sana perlu ada sumur bor yang airnya bisa digunakan. Memang di daerah seberang Samuda itu seperti Desa Kelapan, Bapinang dan sebagainya, air dari sumur bornya sulit mendapatkan yang bisa dikonsumsi. Ini memang tugas berat bagi pemerintah daerah, namun jika di wilayah itu sudah ada PDAM mini, saya yakin bisa dimaksimalkan agar semua permasalahan air bersih bisa diatasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Sambaran Petir Sebabkan Suplai Listrik Wilayah Kalselteng Padam

Hingga saat ini di wilayah Pulau Hanaut, belum ada solusi bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih. Padahal kondisi ini menjadi keluhan masyarakat setiap tahun ketika kemarau melanda. “Saya harap Bupati Kotim yang sekarang bisa lebih serius memerhatikan warga di sana (Pulau Hanaut). Karena selain masalah infrastuktur jalan, yang juga sangat penting adalah ketersediaan air bersih,” ucap Darmawati. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA