oleh

Kasus Kematian Nur Fitri Mulai Terungkap

Legislator Ini Apresiasi Polres Kotim

SAMPIT – Pengungkapan kasus kematian Nur Fitri oleh jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) yang berlangsung cukup lama sejak tahun 2017, kini mulai menemui titik terang. Polisi sudah menetapkan satu orang tersangka pelaku yakni suami siri korban.

Langkah ini mendapat reaksi positif dari legislator Kotim, Ir SP Lumban Gaol dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2020) siang ini, Anggota Komisi I DPRD Kotim tersebut menegaskan, kinerja jajaran Polres Kotim wajib diberikan penghargaan, lantaran sudah berhasil mengungkap kasus yang sempat mengendap selama tiga tahun.

Baca Juga :  Satpol PP Diminta Telusuri Distribusi Miras di Kotim

“Tentunya patut kita ajungkan jempol. Karena bagaimanapun, kasus kematian Nur Fitri ini sempat misterius penyebabnya, dan di masa kepemimpinan Pak Abdul Haris Jakin, kasus ini bisa diungkap hingga adanya penetapan tersangka. Saya pribadi memberikan apresiasi dan penghargaan atas kinerja tersebut,” ungkap Lumban Gaol.

Legislator Dapil I Kecamatan MB Ketapang ini juga meminta agar dalam hal ini jajaran Polres Kotim terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk dalam menindaklanjuti penertiban Gas Elpiji Bersubsidi, antrian pembelian BBM yang masih terjadi di SPBU di Kotim, dan juga persoalan Pupuk Bersubsidi yang selama ini masih jadi perbincangan di masyarakat.

Baca Juga :  Kontingen Kemah ELY Berkah Barut Resmi Dilepas

“Kita meminta agar dalam hal ini jajaran Polres Kotim meningkatkan kinerjanya. Ada Pekerjaan Rumah (PR) yang menurut kami perlu ditindak tegas oleh aparat kepolisian yakni berkaitan dengan Gas Elpiji tabung 3 kilogram bersubsidi, Pupuk Bersubsidi yang masih sulit didapat masyarakat, dan juga penertiban SPBU-SPBU yang selama ini terjadi antrian pembelian BBM,” ungkapnya.

Baca Juga :  16 Tim Berebut Tiket 8 Besar Gubernur Cup III

Selain itu, dia juga berharap kepada aparat penegak hukum agar dalam persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat secara umum, bisa menjadi agenda prioritas.

“Seperti penertiban pembelian BBM yang selama ini terus mengantri di SPBU, Gas Elpiji Bersubsidi, termasuk sulitnya petani mencari pupuk bersubsidi. Semua itu masih menjadi keluhan masyarakat,” tuturnya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA