oleh

Jangan Sampai Ada Penggunaan Alat Bekas untuk Rapid Antigen

DPRD Kotim Minta Laboratorium Harus Diawasi

SAMPIT, inikalteng.com – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim dan instansi terkait lainnya supaya meningkatkan pengawasan terhadap laboratorium di daerah setempat. Pengawasan dimaksud supaya tidak ada penggunaan alat bekas untuk Rapid Antigen dan Swab PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Saya mengharapkan agar tidak ada laboratorium di Kotim yang menggunakan alat bekas untuk Rapid Antigen dan Swab PCR dengan maksud menghindari sanksi hukum maupun sanksi sosial,” kata Rinie di Sampit, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga :  TMMD Perlu Dukungan Pemerintah Daerah

Diingatkan pula, bahwa sangat berbahaya jika alat bekas digunakan, seperti yang sudah terjadi baru-baru ini. Aparat Ditkrimsus Polda Sumatera Utara mengamankan Petugas Kimia Farma dari Laboratorium Rapid Antigen Lantai M, Bandara Kualanamu Internasional Airport. Karena diduga kuat petugas laboratorium setempat menggunakan kembali alat bekas tes antigen.

Baca Juga :  Wabup Lamandau Serahkan DIPA 2020

Rinie berharap agar petugas medis maupun dokter yang menangani bagian tes antigen dan swab PCR, bisa bersikap bijak dalam menyikapi kasus Covid-19, agar tidak menimbulkan masalah nantinya.

“Hanya demi uang, masa alat rapid bekas dipakai lagi. Ini sangat berbahaya dan membahayakan kesehatan masyarakat. Walaupun kasus ini terjadi di luar daerah Kotim, namun saya sangat berharap agar tidak terjadi di wilayah kita,” katanya.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Disiplin Jalankan Imbauan Pemerintah

Selain itu, politisi PDIP ini juga berharap agar masyarakat jangan tergoda dengan rayuan calo atau oknum yang menawarkan untuk percepatan proses tersebut. Karena semuanya harus mengikuti aturan atau SOP yang berlaku.

“Saya harap masyarakat Kotim bisa lebih berhati-hati, jangan menggunakan jasa orang lain jika ingin mengurus rapid tes dan sebagainya, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (ya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA